Pejabat pemilu AS simpulkan 'tidak ada bukti' suara hilang atau diubah

·Bacaan 2 menit

Washington (AFP) - Pejabat-pejabat senior federal dan pemilu negara bagian AS mengatakan Kamis bahwa "tidak ada bukti" suara hilang atau diubah, atau sistem pemungutan suara rusak dalam pemilihan presiden.

Para pejabat yang bertanggung jawab atas keamanan pemilu di seluruh negeri menolak tudingan yang dilontarkan oleh Presiden Donald Trump dan Partai Republik bahwa kecurangan dan kehilangan surat suara adalah penyebab dia kalah dari calon dari Demokrat Joe Biden dalam pemilu pekan lalu.

"Pemilu 3 November adalah yang paling aman dalam sejarah Amerika," kata mereka dalam satu pernyataan.

"Tidak ada bukti sistem pemungutan suara telah menghapus atau menghilangkan suara, mengubah suara, atau dengan cara apa pun dibobol," kata mereka.

"Meskipun kami tahu ada banyak klaim dan peluang tidak berdasar atas misinformasi tentang proses pemilu kita, kami bisa meyakinkan Anda bahwa kami memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap keamanan dan integritas pemilu kita, dan Anda juga harus demikian."

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Election Infrastructure Government Coordinating Council yang merupakan kelompok payung pemerintah-swasta di bawah badan keamanan pemilu federal utama, Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA).

Pernyataan itu ditandatangani oleh kepala Asosiasi Nasional Direktur Pemilihan Negara Bagian dan Asosiasi Sekretaris Negara Bagian Nasional yang adalah para pejabat yang mengelola pemilu di tingkat negara bagian - dan oleh ketua Komisi Bantuan Pemilu AS.

Pernyataan itu keluar beberapa jam setelah Trump me-retweet klaim tak berdasar bahwa pembuat peralatan pemilu "telah menghapus" 2,7 juta suara untuk dia di seluruh negeri dan mengalihkan ratusan ribu suara dari dia ke Biden di Pennsylvania dan negara bagian-negara bagian lainnya.

Itu adalah serangkaian pernyataan palsu terbaru yang diajukan Trump dan Partai Republik untuk menolak kemenangan Biden.

Perusahaan yang dituding menghapus suara itu, Dominion Voting Systems, dan Pennsylvania Department of States dengan tegas membantah tudingan Trump.

Pernyataan dari para pejabat keamanan pemilu juga muncul di tengah laporan bahwa Trump bisa memecat kepala CISA Chris Krebs yang sudah berupaya keras menahan tuduhan penipuan yang tidak berdasar yang muncul saat suara telah dihitung di seluruh negeri.

Meskipun demikian, rumor dan teori konspirasi tentang pemungutan suara yang korup yang diduga telah "merampok" Trump berseliweran di internet, dan Partai Republik dan tim kampanye Trump telah mengajukan banyak tuntutan hukum di seluruh negeri yang mengklaim adanya ketidakberesan.

Sejauh ini belum ada yang dibuktikan di pengadilan.

Pernyataan itu mengatakan bahwa pejabat-pejabat pemilu di seluruh negeri saat ini sedang "meninjau dan memeriksa ulang" hasil negara bagian dan daerah mereka sebelum mensahkan angkanya.

"Ketika negara bagian menghadapi pemilu yang ketat, maka banyak yang akan menghitung kembali surat suara. Semua negara bagian dengan hasil yang menentukan pemilihan presiden 2020 memiliki catatan kertas untuk setiap suara, sehingga memungkinkan kemampuan untuk kembali dan menghitung setiap surat suara seandainya perlu," kata para pejabat.