Pejabat Pemkot Jakbar diminta rutin pantau prasarana umum

Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono meminta seluruh pejabat Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) untuk rutin memantau prasarana, sarana dan pembangunan infrastruktur di wilayah itu agar selesai tepat waktu sehingga segera bisa dinikmati masyarakat.

"Saya juga menghimbau pejabat Pemkot Jakarta Barat untuk rutin meninjau sarana dan prasarana umum seperti trotoar, jalan, serta saluran. Kalau meninjau langsung bisa melihat secara langsung pekerjaan-pekerjaan ini," kata Heru ketika melakukan kunjungan ke kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin.

Heru pun menitikberatkan soal peninjauan saluran air dan pompa air di wilayah rawan banjir.

Menurut Heru, hal tersebut harus dilakukan demi memastikan pompa dan saluran air bisa berfungsi dengan baik.

Walau diminta untuk terus ke lapangan, Heru tidak lupa mengingatkan anak buahnya untuk tetap menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan di lapangan.

Baca juga: Pemkot Jakbar tata infrastruktur kawasan Palmerah

Hal tersebut dilakukan mengingat saat ini DKI Jakarta menjadi provinsi dengan capaian kasus COVID-19 tertinggi.

Di saat yang sama, Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko, memastikan dirinya beserta jajarannya akan menjalankan seluruh arahan itu dengan maksimal demi pelayanan masyarakat.

"Himbauan ini menjadi penyemangat kami, kami akan jalankan ini semua sebaik mungkin," ucap dia.

Sebelumnya, Yani sempat melakukan pemantauan saluran air dan pompa air di beberapa titik rawan banjir di wilayah Jakarta Barat.

Salah satu wilayah yang dipantau langsung oleh Yani yakni rumah pompa di jalan Patra, Kebon Jeruk, Rabu (9/11).

Baca juga: Pemkot antisipasi banjir di Tanjung Duren dengan kolam penampung air

Yani menjelaskan, di dalam rumah pompa Patra tersebut terdapat enam mesin pompa dengan beragam kapasitas daya sedot air.

"Ada enam pompa. Tiga pompa berkapasitas 1.000 liter per detik, satu pompa 500 liter per detik dan dua pompa berkapasitas 300 dan 250 liter per detik,” kata Yani.

Dengan demikian, dia memastikan air yang menggenangi permukiman di lokasi bisa dibuang dengan cepat ke aliran kali.

Tidak hanya di rumah pompa Patra, pihaknya juga memeriksa rumah pompa yang ada di kawasan Kebun Raya RW 02, Duri Kepa.

Di lokasi tersebut, lanjut Yani, terdapat tiga mesin pompa kapasitas 500 liter per detik, satu unit kapasitas 100 liter per detik, dan satu unit pompa bergerak (mobile) kapasitas 500 liter per detik.

Baca juga: Wali Kota Jakbar instruksikan camat dan lurah petakan titik banjir

"Saya juga minta dibuatkan kolam olakan di sebelahnya. Sehingga air yang meluap dari saluran PHB Jalan Kebun Raya ini nanti kita pecah,” jelas Yani.