Pejabat Selayar Terancam Jadi Tersangka Korupsi

Laporan Wartawan Tribun Timur, Rudhy

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Tim penyidik bagian pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dalam waktu dekat bakal menetapkan tiga calon tersangka dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan anggaran dana pembangunan jalan lingkar timur yang dikelola Dinas Perhubungan, Komunikasi Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Selayar senilai Rp 600 juta lebih.

Dari tiga calon tersangka yang diduga bertanggungjawab secara pidana dalam proyek tersebut satu diantarannya merupakan pejabat teras Pemda Kabupaten Selayar.

"Satu dari tiga orang yang bakal jadi tersangka merupakan pejabat Pemda Selayar," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel Chaerul Amir, saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (3/10/2012).

Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Timur (Tribun Network), proyek pembangunan jalan lingkar timur Kabupaten Selayar ini dikelola pada tahun 2010. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 600 juta lebih yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010.

Meski keterlibatan tiga oknum yang masing-masing memiliki peran berbeda-beda yakni sebagai pihak rekanan atau kontraktor, pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek, namun Chaerul masih terus mengkaji serta mendalami sejauh mana keterlibatan mereka hingga ditaksir menimbulkan kerugian negara yang mencapai ratusan juta rupiah.

"Kami masih terus mengumpulkan sejumlah barang bukti akan keterlibatan ketiganya. Tapi sebenarnya penyidik sudah mengantongi tiga oknum yang secara jelas melakukkan perbuatan melawan hukum,” ujar Chaerul kepada wartawan di ruang kerjanya, sore tadi.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Nur Alim Rachim mengatakan, penelisikan serta pengusutan kasus yang berbau korupsi itu lantaran penyidik menemukan adanya sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan lingkar timur tersebut.

Salah satu kejanggalan yang ditemukan tim penyidik bagian pidana khusus Kejati Sulsel adalah dimana secara fisik pembangunan jalan lingkarnya sudah rampung. Akan tetapi desain pembangunannya dikerjakan belakangan. Bahkan disinyalir desainnya diambil dari Provinsi Gorontalo.

"Desainnya sepertinya dijiplak dan yang diganti hanya nama daerahnya saja sementara desainnya tidak ada yang berbeda,” terangnya.

Selain itu, rekanan yang memenangkan proses tender ternyata belakangan diketahui bukan bersangkutan yang mengerjakan melainkan disub kontrakkan kepada pihak lain.

"Fatalnya lagi orang yang ditunjuk ternyata tidak ahli dalam proyek tersebut sehingga disinyalir kuat menimbulkan kerugian keuangan negara," kata Nur Alim.

Disinggung tentang pejabat Diskominfo yang telah diperiksa, mantan Protokoler Kejati Sulsel ini, enggan menyebutkan secara rinci. Namun diketahui, sejumlah pejabat yang diperiksa itu meliputi Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) hingga panitia pelaksanaan tender proyek. Sedangkan pemeriksaan terhadap rekanan proyek tengah dijadwalkan.

Baca Juga:

  • Pemko Didemo, PNS Sibuk Menonton 
  • Wali Kota Makassar Beli Buku Ariel NOAH
  • Rumah Zuraini Ludes Terbakar 
  • Dua Anak Jadi Korban Ledakan 
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.