Pejabat Ukraina Diduga Curi Bantuan Kemanusiaan

Merdeka.com - Merdeka.com - Pejabat-pejabat pemerintah Ukraina di wilayah timur Zaporozhye sedang diselidiki karena diduga mencuri bantuan kemanusiaan yang dikirimkan untuk warga wilayah itu. Mereka dituduh mencuri ratusan barang-barang dari gerbong kereta yang digunakan untuk mengirim bantuan kemanusiaan.

Dikutip dari Russia Today, Rabu (31/8), intelijen Ukraina (SBU) dan Biro Anti- Korupsi Nasional Ukraina (NABU) menggerebek kantor-kantor pemerintahan dan anggota dewan yang diduga menyimpan barang-barang curian itu.

Dalam penggerebekan itu, SBU dan NABU juga menemukan apa yang mereka percayai sebagai narkoba dan senjata api ilegal.

Publik figur Ukraina yang pernah bekerja dengan NABU, Evgeny Shevchenko, menuliskan dalam laman Facebook-nya, "para tersangka mencuri hampir semua bantuan kemanusiaan yang dikirim ke wilayah tersebut, menjual barang-barang itu melalui rantai ritel lokal".

"Total barang yang dicuri sejumlah 22 kontainer angkutan laut, 389 gerbong kereta barang dan 220 truk" lanjut dia.

Shevchenko mengungkapkan tersangka pencurian itu adalah beberapa pejabat senior Ukraina di wilayah Zaporozhye.

Pencurian yang dilakukan kembali menunjukkan akan rawannya bantuan-bantuan jatuh ke tangan yang tidak tepat.

Sebelumnya kepala Interpol, Jurgen Stock, memprediksi bantuan-bantuan Barat, seperti senjata-senjata yang dikirim ke Ukraina dapat berakhir di pasar gelap global dan di tangan penjahat.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]