Pejalan Kaki di AS Gagalkan Upaya Penembakan Massal di Sebuah Pesta Ulang Tahun

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang perempuan di Amerika Serikat (AS) menembak mati seorang pria yang melepaskan tembakan ke para tamu sebuah pesta di Charleston, West Virginia. Perempuan pejalan kaki ini menembak pria tersebut dengan senapan semi otomatis.

Dennis Butler (37) yang memiliki riwayat kriminal menargetkan sekitar 40 orang yang menghadiri pesta ulang tahun. Perempuan itu lalu bereaksi cepat untuk menyelamatkan sekelompok orang tersebut dan mencegah Butler menembak mereka, menurut juru bicara kepolisian, Tony Hazelett, dikutip dari BBC, Minggu (29/5).

Insiden ini terjadi setelah penembakan massal di sebuah SD di Texas pekan lalu yang memicu perdebatan soal kepemilikan senjata di AS.

Butler berkendara ke daerah tersebut pada Rabu malam dan diperingatkan agar pelan-pelan karena banyak anak bermain di sekitarnya. Dia kembali membawa senapan jenis AR-15 dan melepaskan tembakan dari mobilnya ke arah warga yang sedang merayakan pesta ulang tahun di luar kompleks apartemen di kota itu.

Hazelett mengatakan, perempuan yang menembak Butler tidak memiliki latar belakang penegak hukum dan belum identitasnya belum teridentifikasi.

"Dia hanya masyarakat biasa yang membawa senjata legal," ujarnya.

"Dan alih-alih lari dari bahaya, dia menghadapi ancaman itu dan menyelamatkan beberapa nyawa."

Perempuan tersebut masih berada di TKP setelah penembakan dan kooperatif dengan penyidik. Polisi mengatakan perempuan itu tidak akan didakwa.

Butler ditemukan tewas di TKP dengan sejumlah luka tembakan.

Hazelett mengatakan belum jelas bagaimana Butler memperoleh senjatanya dan secara hukum dia dilarang membawa senjata karena pernah dihukum. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel