Pejalan Kaki Dominasi Korban Kecelakaan Lalu Lintas

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Selama 14 hari Operasi Zebra tahun ini sejak 28 November 2012 sampai 11 Desember 2012 terjadi 197 kasus kecelakaan dan didominasi kecelakaan yang korbannya melibatkan pejalan kaki.

Kepala Pembinaan Operasi Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto mengatakan
jenis laka yang melibatkan pejalan kaki menempati posisi tertinggi yakni ada 31 orang. Sementara untuk laka tunggal ada 16 orang, tabrak lari ada 38 orang dan tabrakan kendaraan bermotor ada 137.

"Ada hal yang menjadi atensi Ditlantas Polda Metro yaitu masih tingginya kasus kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki, ada 31 orang," ujar Budiyanto, Kamis (13/12/2012) di Mapolda Metro Jaya.

Untuk itu, Budiyanto berharap agar pihak terkait dalam hal ini Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta segera melakukan upaya perbaikan dan perubahan guna mendukung sarana dan prasarana yang memadai bagi pejalan kaki.

Dijelaskan Budiyanto, adanya perhatian khusus bagi pemakai jalan merupakan amanat dalam
UU No. 22 Tahun 1999 tentang Lalu Lintas, dinama memang seharusnya ada space untuk pejalan kaki.

"Saat ini kan kita semua tahu, banyak trotoar beralih fungsi jadi tempat manggal PKL maupun tukang ojek, jadi ruang pejalan kaki sempit. Alhasil mereka ada yang jalan di pinggir trotoar bahkan bahu jalan yang menjadi jalur motor. Ini seringkali menyebabkan laka lantas diantaranya terserempet," ungkap Budiyanto.

Budiyanto juga menambahkan, waktu kejadian kecelakaan yang paling sering terjadi yakni antara pukul 03.00 WIB sampai 09.00 WIB. Dan kasus kecelakaan lalu lintas rata-rata terjadi karena pengendara melawan arus, menerobos jalur Busway dan melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.