Pejamkan Mata hingga Tangan Kemeng, Ini Eskpresi Lucu Anggota DPRD Blora Saat Disuntik Vaksin Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Blora - HM Dasum terlihat memejamkan mata, Ketua DPRD Kabupaten Blora itu tampak pasrah dan percaya kepada petugas medis yang menyuntikkan vaksin Covid-19 kepadanya. Dia mengaku tidak gemetar atau grogi meski tangannya dicoblos dengan jarum suntik.

"Biasa saya disuntik seperti ini, rasanya cuman sengkring gitu aja. Kayak dicokot (digigit, red) semut," kata Dasum, seolah berlagak bakoh saat ditanya Liputan6.com di kantornya, Senin (15/3/2021).

Dasum mengaku, baru menjalani tahapan suntik vaksin Covid-19 yang pertama. Sementara para anggota DPRD yang lainnya pada hari ini menjalani tahapan suntik vaksin yang kedua.

Menurutnya, alasan utama dirinya menjalani belakangan dan tidak bersamaan dengan anggota DPRD lain saat disuntik vaksin Covid-19 yang pertama pada 25 Februari 2021 lalu karena persoalan usia.

"Kemarin tidak ada yang lansia, jadi tidak bisa bareng. Maksimal usia 59 tahun," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora yang saat ini usianya telah 61 tahun itu.

Tangan Kemeng

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Mustopa. (Liputan6.com/Ahmad Adirin)
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Mustopa. (Liputan6.com/Ahmad Adirin)

Di waktu yang sama, Mustopa selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora tampak biasa disuntik vaksin. Efek tersebut baru dirasakannya setelah beberapa saat kemudian.

"Awalnya tadi nggak terasa, ini (tangan, red) baru terasa kemeng (nyeri alias linu, red)," ungkapnya.

Mustopa mengaku, sudah menjalani suntik vaksin yang kedua bersama para anggota dewan lain, dan Setwan DPRD Kabupaten Blora. Dia bilang, hal yang sama dirasakannya juga kala itu.

Disinggung terkait suntik vaksin untuk keluarga anggota dewan, dia bilang, akan dilaksanakan menyusul bersama warga yang belum.

"(Keluarga DPRD, red) belum. Itu juga di vaksin tapi menyusul bareng warga lainnya yang belum," kata Mustopa.

Sementara itu, Edi Widayat selaku Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora mengatakan, suntik vaksin saat ini terus bergulir dan dijalankan secara bertahap. Sasarannya, yakni semua masyarakat yang ingin dan ikhtiar memerangi Covid-19.

"Semua di vaksin, tapi pelaksanaannya bertahap," kata Edi, sapaannya.

"Yang pernah kena Covid-19 juga bisa disuntik vaksin, tapi setelah 3 bulan," dia menambahkan.

Simak video pilihan berikut ini: