Pekan Depan, Bioskop di Kota Tangerang Mulai Buka

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Mulai pekan depan, Pemkot Tangerang memperbolehkan bioskop beroperasi kembali. Namun, dengan ketentuan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan memberlakukan pembatasan kapasitas maksimal sebesar 25 persen.

Kebijakan baru tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 180/1580-Bag.Hukum/2021.

“Berdasarkan SE terbaru bioskop sudah diperbolehkan beroperasional. Untuk saat ini, kita masih tahap sosialisasi, diperkirakan minggu depan sudah bisa buka dan dinikmati masyarakat,” ungkap Boyke Urip, Kepala Bidang Pariwisata, Disbudpar Kota Tangerang, Sabtu (24/4/2021).

Boyke juga menuturkan, Disbudpar Kota Tangerang juga sudah melakukan pemeriksaan protokol kesehatan di sejumlah bioskop di Kota Tangerang. Selain itu, Disbudpar bersama penangungjawab bioskop juga akan melakukan penandatanganan perjanjian aturan operasional.

“Dalam pemberlakuannya, Disbudpar akan menerjunkan petugas untuk melakukan pengawasan. Disisi lain juga menjalin kerjasama dengan Satpol PP untuk penindakan, jika ditemukan bioskop melanggar perjanjian atau peraturan yang sudah ditetapkan,” tegas Boyke.

Terkait kegiatan restoran dan usaha makan minum, kata Boyke, tetap diperbolehkan buka dengan ketentuan kapasitas maksimal 50 persen dan jam operasional sampai pukul 21.00 Wib. Sedangkan untuk jasa usaha rekreasi seperti kolam renang, pusat kebugaran, spa, taman rekreasi, panti pijat dan karaoke, masih tetap tutup.

“Kami berharap semua kebijakan ini bisa dipahami dan dilaksanakan sebagaimana peraturan yang disepakati. Sehingga, kondisi covid-19 di Kota Tangerang tetap bisa dikendalikan kita semua. Hiburan bisa berjalan, covid-19 terkendali dan ekonomi dapat terpulihkan secara perlahan,” katanya. (Pramita Tristiawati)

Menparekraf Sandiaga Uno Ajak Isi Ngabuburit Puasa Ramadhan dengan Nonton Bioskop

Menparekraf Sandiaga Uno hadiri jumpa pers kampanye Kembali ke Bioskop di Metropole XXI, Senin, 12 April 2021. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)
Menparekraf Sandiaga Uno hadiri jumpa pers kampanye Kembali ke Bioskop di Metropole XXI, Senin, 12 April 2021. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)

Siapa yang sudah rindu ke bioskop? Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menyuarakan kampanye Kembali ke Bioskop tepat sehari sebelum Ramadhan 2021, yakni Senin, 12 April 2021.

Menparekraf Sandiaga Uno menyebut kampanye itu digelar sebagai bukti negara hadir untuk menyelamatkan industri perfilman dalam negeri yang terimbas pandemi Covid-19. Selain itu, kampanye merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Jokowi dengan beberapa perwakilan industri perfilman, beberapa waktu lalu.

"Bulan Ramadan itu, pas ngabuburit biasanya kan nonton. Hari ini, satu hari jelang Bulan Suci kita kembali ke bioskop," kata dia dalam jumpa pers di Metropole XXI, Jakarta.

Ia menyatakan lewat kampanye tersebut, ia ingin menunjukkan bahwa masyarakat bisa kembali menikmati bioskop secara aman dan nyaman dengan penerapan CHSE. Ia berharap hal itu bisa kembali mendongkrak jumlah penonton ke bioskop yang pada 2019 mencapai 52 juta penonton, dan jeblok pada 2020.

"Kita berharap kehadiran ini jadi era baru industri perfilman bangkit kembali," ujar dia.

Selain kampanye ke bioskop tersebut, ia menyebut sudah menyiapkan beberapa hal lain demi mengembalikan roda industri perfilman nasional. Dimulai dari pemberantasan pembajakan yang disebutnya menghilangkan devisa negara hingga Rp15--20 triliun per tahun. Ia mengatakan upaya itu tak bisa dilakukan Kemenparekraf sendirian, tetapi harus melibatkan multisektor, seperti Kejaksaan, Kepolisian, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Selanjutnya, ia juga mengungkapkan bahwa Kemenparekraf sedang menggodok skema stimulus bagi industri perfilman dengan PEN. "Mungkin, insentif dari pajak berkaitan dengan hiburan diturunkan, semacam rebate. Dulu DKI sudah mulai," sambung dia.

Terakhir, ia mengiming-imingi soal kemudahan dalam proses syuting. Selama ini, menurut Sandiaga, para pelaku mengeluhkan ribetnya proses di lapangan, biaya produksi tinggi, hingga proses perizinan yang susah. "Kita berkoordinasi dengan pihak-pihak yang bisa dirangkul untuk mempersimpel dealing itu, seperti Satpol PP, Kepolisian. Kita sudah kerucutkan," ucapnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: