Pekan Depan Dahlan Dicecar DPR Soal Inefisiensi PLN Rp37 T

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Babak baru Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan dimulai pekan depan. Tepatnya, saat Komisi VII DPR RI kembali akan memanggil mantan Direktur Utama Perusahan Listrik Negara (PLN) itu pada hari Selasa (13/11/2012).

Dahlan Iskan akan diminta memberikan klarifikasi kepada Komisi VII DPR soal hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang menyatakan adanya potensi kerugian negara sebesar Rp37,6 triliun di PLN.

Babak baru ini akan menggantikan episode adanya oknum DPR yang memalak BUMN, seperti dilaporkan Dahlan kepada BK DPR.

Akhir episode ini seperti pepatah jauh panggang dari api, kekecewaan banyak pihak terhadap Dahlan. Mewakili rasa kecewa publik, Wakil Ketua MPR RI dan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Hajriyanto Thohari.

Hajriyanto kecewa karena sebelumnya Dahlan bikin heboh dan mengharu-biru perpolitikan nasional akan membawa 20 sampai 30 nama oknum anggota Dewan pemeras BUMN.

Sebagaimana diketahui, Dahlan Iskan hanya menyetor 7 oknum Anggota Dewan pemeras BUMN ke BK DPR. Dan itu semua tidak disertakan barang bukti terjadinya pemerasan.

Menurut dia, ekspektasi publik terhadap Dahlan Iskan diawal mula hendak mengekspos anggota Dewan pemeras BUMN begitu besar. Apalagi jika diserta bukti.

"Tapi ternyata tidak demikian. Ini jelas mengecewekan kita di DPR yang sama-sama ingin bersihkan DPR dari oknum seperti itu," tegas Hajriyanto, di gedung DPR/MPR RI Jakarta, Kamis (8/11/2012) kemarin.

Kembai ke babak baru Dahlan Iskan dengan DPR. Tanggal 13 November 2012 mendatang akan menjadi ajang pembuktian siapa yang benar dan siapa yang salah soal inefisiensi PT PLN (persero) Rp 37 triliun pada 2009-2010 berdasarkan audit BPK.

Komisi VII DPR pun sudah mempersiapkan berbagai hal untuk menghadapi mantan Dirut PLN itu pada pemanggilan ketiga Dahlan oleh DPR. Salah satunya Komisi VII DPR tepatnya anggota Panitia Kerja (Panja) Hulu Listrik melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan.

Bahkan di Kalimantan, rombongan Komisi VII telah bertemu berbagai steakholder salah satunya PLN Wilayah Kalimantan Timur.

Karenanya, kehadiran Dahlan Iskan tanggal 13 November mendatang sangat penting. Seluruh anggota Komisi VII pun berharap Dahlan hadir memenuhi panggilan Komisi energi tersebut.

"Tentu saya pribadi berharap. Inilah saatnya mendamaikan BUMN-DPR. Dan Pak Dahlan mengklarifikasi semua kegaduhan politik yang terjadi beberapa hari ini," ujar anggota komisi VII DPR, Dewi Aryani kepada Tribunnews, Jakarta, Jumat (9/11/2012).

Tapi yang terutama, tegas Dewi, Dahlan mengklarifikasi kepada Komisi VII DPR soal inefisiensi PT PLN (persero) Rp 37 triliun pada 2009-2010-- hasil audit BPK.

"Yang utama adalah klarifikasi soal inefisiensi PLN. Itu penting untuk diketahui publik," tegasnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.