Pekan Depan, FIFA Bahas Wacana Piala Dunia Dua Tahun Sekali

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - FIFA akan mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) online dengan asosiasi sepak bola dari seluruh dunia minggu depan untuk membahas penyesuaian kalender internasional sepak bola pria dan wanita, serta yang jadi agenda utama yakni wacana Piala Dunia dua tahunan.

Badan pengatur dunia itu secara tersurat mendukung Piala Dunia digelar dua tahun sekali. Pertemuan puncak pada 30 September menandai apa yang disebut FIFA sebagai fase baru sepak bola.

Aleksander Ceferin, presiden badan sepak bola Eropa UEFA, telah menyatakan "keprihatinan besar" tentang rencana tersebut, dan anggota konfederasi pekan lalu meminta pertemuan puncak mendesak dengan FIFA.

Konfederasi Amerika Selatan, CONMEBOL, juga menentang rencana tersebut, seperti halnya liga-liga Eropa yang menampilkan semua kompetisi domestik utama di benua itu, termasuk Liga Premier.

KTT 30 September merupakan tambahan dari undangan terpisah yang dikirim oleh FIFA awal bulan ini kepada para pemangku kepentingan termasuk semua konfederasi, Asosiasi Klub Eropa, Forum Liga Dunia dan serikat pemain dunia FIFPRO.

Hal ini dimaksudkan untuk menjadi yang pertama dari beberapa kesempatan untuk "debat konstruktif dan terbuka" pada proposal. Namun tetap, agenda utamanya adalah Piala Dunia.

Dukungan Penuh Penggemar Sepak Bola di Seluruh Dunia

Logo FIFA dari markas besarnya di Zurich, Swiss. Foto diambil pada 20 Oktober 2010 jelang biding Piala Dunia 2018 dan 2022.AFP PHOTO/SEBASTIAN DERUNGS
Logo FIFA dari markas besarnya di Zurich, Swiss. Foto diambil pada 20 Oktober 2010 jelang biding Piala Dunia 2018 dan 2022.AFP PHOTO/SEBASTIAN DERUNGS

FIFA merilis hasil survei penggemar pekan lalu yang menemukan mayoritas responden mendukung perubahan frekuensi ke Piala Dunia.

Dari mayoritas itu, Piala Dunia paling disukai dua tahun sekali. Namun, di setiap kategori usia, pilihan paling populer dalam hal angka persentase adalah mempertahankan status quo. Survei IRIS ditugaskan oleh FIFA tetapi dilakukan secara independen oleh YouGov.

Arsene Wenger, kepala pengembangan global FIFA, akan mengurus soal tatanan kalender sepak bola pria. Sementara itu, mantan pelatih Amerika Serikat, Jill Ellis, akan mengurus kalender sepak bola putri.

Aktif Berpendapat

Gianni Infantino terpilih sebagai Presiden FIFA 2016-2020 dalam Kongres Luar Biasa FIFA di Zurich, Jumat (26/2/2016). (AFP/Fabrice Coffrini)
Gianni Infantino terpilih sebagai Presiden FIFA 2016-2020 dalam Kongres Luar Biasa FIFA di Zurich, Jumat (26/2/2016). (AFP/Fabrice Coffrini)

Sebuah pernyataan dari FIFA pada Senin pagi berbunyi: "FIFA berkomitmen untuk menjadi forum debat yang bermakna dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk penggemar dan menantikan diskusi tentang pertumbuhan sepak bola yang berkelanjutan di semua wilayah dunia, di semua tingkat."

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan dia ingin asosiasi anggota berada dalam posisi untuk memberikan suara pada perubahan kalender sebelum akhir tahun.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel