Pekan Depan, Pelapor Kamaruddin dan Deolipa Diperiksa Bareskrim

Merdeka.com - Merdeka.com - Bareskrim Polri dikabarkan bakal memanggil Ketua Aliansi Advokat Anti Hoax, Zakirudin Chaniago selaku pelapor Kamaruddin Simanjuntak dan Deolipa Yumara pada pekan depan untuk jalani pemeriksaan perdana.

Pemanggilan itu disampaikan Zakirudin, bahwa dirinya akan jalani pemeriksaan atas laporannya terkait dugaan tindak pidana pemberitaan bohong terkait kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

"Insyaallah, minggu depan saya akan hadir memenuhi undangan dari Bareskrim untuk klarifikasi LP saya," kata Zakirudin saat dihubungi wartawan, dikutip Sabtu (17/9).

Dalam laporannya, turut menyebut Kamaruddin sebagai kuasa hukum Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, dan Deolipa Yumara selaku mantan kuasa hukum Bharada E selaku terlapor terkait dugaan tindak pidana pemberitaan bohong.

Meski demikian, Zakir belum mengetahui kapan pasti kapan hari pemanggilannya. Menurut dia, nanti kalau sudah ada kepastian waktu akan dikabari kepada awak media. Termasuk, direktorat yang memeriksanya.

Sebab, kata dia, laporannya diterima oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim. Akan tetapi, lanjut dia, Divisi Humas Polri sempat menyebut laporannya didalami Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim.

"Pastinya saya belum tahu, LP di Dittipidum. Sedangkan, berita lalu Kadiv Humas katakan sedang didalami Dittipidsiber. Nanti dikabari kalau sudah pasti harinya," ujarnya.

Sebelumnya, Aliansi Advokat Anti Hoax melaporkan Kamaruddin Simanjuntak dan Deolipa Yumara ke Bareskrim Polri terkait dugaan tindak pidana pemberitaan bohong pada 31 Agustus 2022.

"Ya betul (Kamaruddin dan Deolipa dilaporkan)," kata Dedi saat dikonfirmasi, Selasa (6/9).

Ia menyebut, untuk laporan terhadap keduanya yang tertuang dalam laporan polisi Nomor: LP/B/0495/VIII/2022/SPKT /Bareskrim Polri, tanggal 31 Agustus 2022, ini akan didalami oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

"Didalami oleh Direktorat Siber Bareskrim," sebutnya.

Sementara dalam laporannya, Zakarudin menduga jika Kamaruddin dilaporkan karena pernah bicara di media bahwa adanya luka sayatan di tubuh Brigadir J, jari-jari hancur, ada jeratan seperti tali di leher dan sebagainya. Namun, setelah dilakukan autopsi ulang oleh tim dokter forensik independen tidak ditemukan tuduhan Kamaruddin tersebut.

Sedangkan, Zakirun dalam laporannya mempersoalkan untuk Deolipa dilaporkan karena menuding Putri, istri Sambo melakukan hubungan intim atau making love (ML) dengan supirnya sendiri yakni Kuat Maruf.

"Itu pemberitaan bohong. Itu 10 tahun, ngeri itu. Pidana, karena ini kan pasal KUHP. Makanya, kemarin dari Siber juga ikut gelar jadi kita memulainya dari pidana umumnya,” ujar Zakirudin, Jumat (2/9). [eko]