Pekan Kuliner Kondang Medan, Digitalisasi UMKM Sektor Kuliner di Tengah Pandemi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Medan Kemeriahan mewarnai pembukaan Pekan Kuliner Medan UMKM Medan yang berlangsung di Gedung Warenhuis, Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (19/11/2021).

Pembukaan Pekan Kuliner Kondang UMKM Medan menampilkan teknologi video mapping. Festival kuliner yang diselenggarakan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Medan ini akan berlangsung hingga 21 November 2021.

Pada acara tersebut, memberikan ajang promosi dan ruang berbisnis bagi 40 UMKM lokal, lengkap dengan protokol kesehatan pencegahan penularan dan pencegahan Covid-19 yang ketat, dan didukung layanan pembayaran digital ShopeePay sebagai metode pembayaran nirkontak yang dapat digunakan masyarakat.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan, sebagai tulang punggung perekonomian, UMKM membutuhkan dukungan dari banyak pihak untuk dapat bangkit dan tumbuh dari situasi pandemi.

Selain memperkenalkan UMKM binaan TP PKK Medan ke masyarakat yang lebih luas, Pekan Kuliner Kondang UMKM Medan mendorong arus transaksi masyarakat terhadap bisnis, dan menjadi penyulut semangat juang pelaku UMKM di sektor kuliner yang terdampak pandemi.

"Kami ingin mendorong digitalisasi pelaku UMKM di Medan, agar dapat menjangkau peluang baru dalam ekosistem digital dan mendukung keberlangsungan bisnis mereka," kata Bobby.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pendamping UMKM

Tarian persembahan di Pekan Kuliner Kondang UMKM Medan (Reza Efendi/Liputan6.com)
Tarian persembahan di Pekan Kuliner Kondang UMKM Medan (Reza Efendi/Liputan6.com)

Bobby juga mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menjadi pendamping UMKM di Medan agar dapat naik kelas. Salah satunya melalui pembinaan terhadap literasi digital.

"Kami juga mengapresiasi dukungan yang diberikan ShopeePay dalam penyelenggaraan acara ini, dan dalam mendorong digitalisasi UMKM dari sektor kuliner di Medan," sebutnya.

UMKM binaan TP PKK Medan yang turut berpartisipasi dalam Pekan Kuliner Kondang UMKM Medan termasuk UMKM yang menawarkan produk seperti ayam penyet, roti jala, nasi gurih dan lontong, dan martabak.

Pemilik bisnis Nasi Gurih dan Lontong Hj Hajrah Simpang Karantina, Afriandi, mengaku merasa beruntung dan sangat berterima kasih kepada TP PKK Medan yang telah memberikan pelatihan dalam adopsi teknologi, pengembangan produk, dan pengelolaan bisnis.

"Agar kami dapat tumbuh dan bertahan di masa sulit ini. Kami senang karena telah diberi ruang dan kesempatan untuk menjangkau banyak pelanggan baru melalui festival kuliner ini," ungkapnya.

UMKM Jadi Fokus

ilustrasi/shoppe.co.id
ilustrasi/shoppe.co.id

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Christin Djuarto menuturkan, UMKM merupakan fokus pihaknya dalam turut mendorong pemulihan ekonomi Indonesia, termasuk UMKM dari sektor kuliner.

"Kami harap acara ini dapat menstimulasi transaksi masyarakat dan membantu keberlangsungan bisnis UMKM di Kota Medan agar dapat bertahan dan tumbuh di tengah situasi pandemi," ucapnya.

Layanan pembayaran digital ShopeePay turut memberikan dukungan pada Pekan Kuliner Kondang UMKM Medan berupa promo cashback 60 persen yang dapat dinikmati pengunjung ketika bertransaksi menggunakan ShopeePay.

Fitur pembayaran nirkontak yang dihadirkan oleh ShopeePay memungkinkan proses bertransaksi yang lebih aman karena dapat meminimalisir kontak fisik antara penjual dan pelanggan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel