Pekerja Indonesia Ungkap Harga Petai dan Daging Kambing di Korea Selatan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Petai menjadi salah satu makanan favorit sebagian warga Indonesia. Selain bisa dimakan mentah, petai juga sering dimasak untuk dijadikan beragam sajian.

Berbeda dengan di dalam negeri, petai cukup sulit ditemukan di luar negeri. Biasanya, petai di luar negeri merupakan barang impor yang kemudian dijual di toko-toko Asia, salah satunya di Korea Selatan. Lantas, berapa harga petai di luar negeri?

Pemilik akun TikTok @rofiqkompak1 yang tinggal di negeri ginseng mencoba menjawab itu. Dalam unggahan pada 12 Juli 2021, pria bernama Rofiq itu mengatakan ingin membuat sambal cumi petai. Ia pun pergi ke sebuah toko Asia, Asian Food Mart, untuk membeli bahan-bahannya.

Sampai di toko, ia langsung mencari dan mengambil petai di lemari pendingin. Petai yang dijual di Korea ternyata agak berbeda. Petai sudah dikupas dan dikemas menggunakan plastik kedap udara.

Satu kemasan petai itu beratnya 100 gram. Harganya bisa dibilang lebih mahal dengan di Indonesia, yaitu 4.000 won atau sekitar Rp50 ribu. Di Indonesia, kalau dilihat dari beberapa laman toko online, 100 gram petai dijual sekitar Rp12 ribu sampai Rp19 ribu.

Selain petai, Rofiq juga membeli cumi di toko Asia dan, sedangkan cabai hijau dibeli di pedagang sayur pinggir jalan. "Untuk 450 gram cumi harganya di sini 6.000 Won atau sekitar Rp75 ribu. Untuk cabai hijau harganya 1.000 Won atau sekitar Rp12.500," ucap pria asal Cilacap ini dengan gaya bicaranya yang khas.

Video ini mampu menarik banyak perhatian warganet. Sampai berita ini ditulis, video tentang petai di Korea itu sudah dilihat lebih dari lima juta kali dan disukai lebih dari 332 ribu kali.

Gulai Kambing

Pekerja Indonesia Ungkap Harga Petai dan Daging Kambing di Korea Selatan. foto: TikTok @rofiqkompak1
Pekerja Indonesia Ungkap Harga Petai dan Daging Kambing di Korea Selatan. foto: TikTok @rofiqkompak1

"Wajar mahal, di Korea kan gaji tinggi tapi biaya hidup juga tinggi," komentar seorang warganet. "Pete 50.000, gue mending buka bisnis pete di Korea," komentar warganet lainnya.

Dalam video lainnya, Rofiq membagikan video membeli daging kambing. Dalam suasana Hari Raya Iduladha 1442 H, ia ingin membuat gulai kambing.

Dalam unggahan pada Selasa, 20 Juli 2021, ia kembali menyambangi toko yang sama saat membeli petai. Di sana, Rofiq membeli daging kambing seberat satu kilogram yang juga sudah dibungkus rapi dalam wadah plastik.

Harganya 15 ribu won atau sekitar Rp185 ribu dan ada tulisan Halal Meat atau daging halal yang cukup besar di kemasannya. Rofiq juga membeli bumbu gulai dalam kemasan seharga 1.500 won atau sekitar Rp18 ribu.

Restoran Indonesia

Pekerja Indonesia Ungkap Harga Petai dan Daging Kambing di Korea Selatan. foto: TikTok @rofiqkompak1
Pekerja Indonesia Ungkap Harga Petai dan Daging Kambing di Korea Selatan. foto: TikTok @rofiqkompak1

Pada Mei 2021, Rofiq juga pernah membagikan video sedang buka puasa bersama temannya di Ansan, Korea Selatan. Mereka makan di restoran New Garuda yang menyajikan makanan khas Indonesia. Rofiq menunjukkan daftar menu yang ada di restoran tersebut.

Menu termahal adalah bakso rudal iga seharga 15 ribu Won atau sekitar Rp190 ribu. Ada pula menu lain seperti mi ayam bakso, nasi goreng, soto, tongseng kambing, ayam bakar, dan bebek bakar.

Sementara, makanan yang termurah adalah tempe mendoan dan tahu mercon seharga 5.00o won atau sekitar Rp60 ribu. Untuk minuman ada es kelapa seharga 3.000 won atau sekitar Rp36 ribu.

Pelanggan yang datang untuk berbuka puasa juga diberi takjil gratis berupa es buah. Rofiq pun memutuskan membeli nasi Padang seharga 10 ribu won atau sekitar Rp127 ribu. Nasi Padang itu berisikan lauk rendang, daun singkong, kerupuk, sambal hijau dan tumis telur puyuh.

Diplomasi Lewat Jalur Kuliner

Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)
Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel