Pekerja Pengeboran Minyak Tewas, Pertamina Diminta Evaluasi Subkontraktor

Merdeka.com - Merdeka.com - Pekerja pengeboran minyak milik Pertamina Hulu Rokan di Siak tewas saat bekerja. Peristiwa itu terjadi di sumur minyak Wilayah Kerja Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Desa Minas Barat, Kabupaten Siak bernama Derison Siregar (23).

Anggota Komisi V DPRD Riau, Eva Yuliana mengatakan, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) harus segera mengevaluasi subkontraktor PT ACS tempat korban bekerja. Perusahaan itu akan dipanggil DPRD untuk memberikan penjelasan.

Eva menilai PT ACS dinilai lalai dalam menjalankan pekerjaannya hingga mengakibatkan karyawan perusahaan itu mengalami insiden kecelakaan dan meninggal dunia.

"Kami meminta perusahaan subkontraktor itu (ACS) juga wajib dihadirkan dalam pertemuan dengan Komisi V nanti," ujar Eva Yuliana, anggota Komisi V DPRD Riau di Pekanbaru, Rabu (25/1).

Menurut Eva, PT ACS harus bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut dan tidak bisa melimpahkan masalah itu kepada PHR sebagai pemberi kerja.

"Jadi kontraktor penerima kerja itu yang seharusnya dikenai sanksi, karena persoalan itu merupakan tanggung jawab penuh subkontraktor. Kami berharap PHR justru mengevaluasi subkontraktor tersebut," jelasnya.

Eva menyebutkan, PT ACS sebagai subkontraktor pemegang proyek perlu dihadirkan untuk memberikan keterangan terkait peristiwa kecelakaan kerja tersebut. Nantinya, dewan ingin mengetahui lebih detil soal standar operasional prosedur (SOP) perusahaan itu.

"Apakah mereka dalam menjalankan pekerjaan mereka telah sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku atau tidak," ucapnya.

Eva mengingatkan sebagai subkontraktor migas, PT ACS diminta untuk memahami UU Ketenagakerjaan tahun 2003. Di mana setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.

"Nah itu harus dilakukan investigasi, apakah kontraktor itu telah menjalankan aturan tersebut atau tidak. Kalau tidak itu sangat fatal," tegasnya.

Hal senada disampaikan anggota DPRD Riau lainnya, Marwan Yohanis. Dia mengatakan, hari ini merupakan jadwal Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Disnaker Riau untuk membahas pekerja yang meninggal dunia di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) selama ini.

"Namun, RDP kita tunda karena beberapa hal. Pertama karena tidak hadirnya orang berkompeten yang kita harapkan, yang bisa mengambil keputusan dan kebijakan," ucap Marwan.

Selain itu, penyebab batalnya RDP jiga karena tidak adanya data yang dibutuhkan dari sumber-sumber yang diharapkan sehingga semua anggota sepakat untuk menunda RDP.

"Kami berharap dalam RDP mendatang semua pihak berkompeten dapat hadir untuk menuntaskan persoalan ini. Termasuk pihak kontraktor yang menjalankan proyek di PHR, karena karyawan merekalah yang menjadi korbannya," kata Marwan.

Dia menjelaskan, tidak menutup kemungkinan ke depan akan ada tim khusus untuk menuntaskan persoalan laka kerja di lapangan migas, mengingat kejadian seperti ini telah berulang kali terjadi.

"Kami mengharapkan peran PHR untuk membantu menyelesaikan persoalan ini dengan menghadirkan orang yang benar-benar berkompeten atau pengambil keputusan sehingga masalah ini nantinya benar-benar tuntas," pungkas Marwan.

Sebelumnya, kabar duka datang dari pekerja sumur minyak Wilayah Kerja Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Desa Minas Barat, Siak bernama Derison Siregar (23). Pekerja asal Tapanuli Tengah, Sumatera Utara itu tewas saat pengeboran minyak.

"Kejadian itu berawal saat korban berangkat bersama rekannya ke lokasi Sumur Rig PHR di Area 5D-28 KM 33 Minas Barat, Rabu (18/1)," kata Kasat Reskrim Polres Siak, Iptu Toni Prawira Jumat (20/1).

Korban ditemukan sudah dalam keadaan tergeletak dengan posisi jongkok, kepala di atas meja floor dan tak sadarkan diri.

"Selanjutnya saksi 2 bernama Octa berlari ke arah camp untuk mengambil tandu. Karyawan PT ACS lainnya langsung membawa korban dengan menggunakan mobil ke klinik PHR," jelas Toni.

Korban sampai di klinik PHR sekitar pukul 09.15 WIB. Namun sayang, tenaga medis PHR mengatakan korban sudah meninggal dunia. Kondisi korban mengalami pecah kepala di kening dan tangan sebelah kanan patah.

Toni menduga, penyebab kecelakaan kerja diduga akibat terlepasnya fosv atau full opening safety valve dari pengait Air Hoist. Korban langsung dibawa ke rumah duka dan kasusnya ditangani Satuan Reskrim Polres Siak. [idr]