Pekerja Perempuan yang WFH Punya Tantangan yang Berat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pekerja perempuan yang bekerja dari rumah atau work form home (WFH) memiliki tantangan yang besar selama pandemi Covid-19. Terlebih bagi para pekerja perempuan yang sudah menikah dan mempunyai anak.

"Kami tidak punya survei gender tapi dari berbagai masukan atau cerita perusahaan rekanan banyak yang menyebut pekerja perempuan yang bekerja dari rumah penuh tantangan," kata Country Manager Jobstreet Indonesia, Faridah Lim dalam Media Gathering Jobstreet : Patner Karier Kini dan Nanti, Jakarta, Kamis (22/4/2021).

Alasannya, karena pekerjaan perempuan mereka dikerjakan di tempat yang sama. Mereka harus membagi diri dalam mengerjakan pekerjaan rumah dan pekerjaan dari kantor.

"Tantangannya membagi waktu antara pekerjaan rumah dan kantor, terutama bagi yang baru punya anak juga atau anaknya masih sekolah," kata dia.

Perhatian pekerja perempuan ini akan bercabang dan menjalankannya di tempat yang sama. Hambatan koneksi dan perlengkapan kerja seperti laptop atau komputer juga sering kali terjadi.

"Kalau bekerja dari rumah perhatian akan terbagi. Apalagi anak juga sekolah dari rumah. Ada yang rebutan koneksi internet, komputer dan lain-lain," kata dia.

Tantangan Milenial

Kondisi ini kata Farida sangat mungkin terjadi bagi pekerja perempuan dari kalangan milenial. Terutama yang baru saja melahirkan. Mereka harus membagi waktunya juga dengan jadwal pemberian ASI eksklusif.

"Level Milenial ini juga tantangannya besar," kata dia.

Untuk itu, kata Farida, manajemen waktu menjadi sangat penting. Selain itu dia juga menyarankan pekerja perempuan memiliki rumah khusus atau bekerja di kamar dengan mengunci pintu agar bisa fokus saat bekerja.

"Terpenting ini bagaimana mengatur waktu, punya space atau kunci kamar atau ruangan biar tidak diganggu saat bekerja," kata dia mengakhiri.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: