Pekerja Wanita Cuti Melahirkan Wajib Diberi THR Penuh

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Lebaran Idul Fitri merupakan momen yang selalu dinanti oleh semua orang, baik yang muslim dan non-muslim. Tak hanya jadi momen untuk berkumpul, Lebaran juga ditunggu karena ada tambahan pemasukan dair Tunjangan Hari Raya (THR).

Pemberian THR oleh perusahaan kepada pekerja, memang sudah lama menjadi ciri khas budaya Indonesia yang diatur oleh pemerintah menjelang hari besar keagamaan.

Pastinya THR keagamaan ini lebih ditunggu-tunggu, karena tahun ini Pemerintah mengizinkan mudik untuk merayakan lebaran di kampung halaman bersama keluarga.

Lantas bagi pekerja atau buruh perempuan yang sedang ambil istirahat melahirkan, apakah juga tetap dapat THR?

Dikutip dari laman Instagram @kemnaker, Selasa (26/4/2022), pemberian THR keagamaan didasarkan pada masa kerja. Pekerja atau buruh yang mendapat THR telah memiliki masa kerja 1 bulan atau lebih.

Ketidakhadiran selama menjalani istirahat melahirkan tidak meniadakan atau mengurangi hak THR yang bersangkutan, sepanjang pekerja atau buruh tersebut telah memenuhi masa kerja 1 bulan atau lebih.

Istirahat melahirkan termasuk hak pekerja atau buruh, sehingga mereka yang menjalankannya, upah dan THR-nya harus tetap dibayarkan.

THR diberikan kepada pekerja atau buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Laporan Bagi yang Tak Dapat THR

Bagi Anda yang belum mendapatkan THR hingga saat ini, dapat melaporkan ke Pos Komando (Posko) Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2022. Posko THR 2022 ini bertujuan memberikan pelayanan informasi, konsultasi, maupun pengaduan atas pelaksanaan pembayaran THR.

Adanya posko THR ini untuk menindaklanjuti Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/IV/2022 pada 6 April yang lalu, tentang pelaksanaan pemberian tunjangan hari raya Tahun 2022 bagi pekerja atau buruh di perusahaan, yang mewajibkan pengusaha untuk memberi THR sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pelayanan ini dapat dimanfaatkan oleh pekerja atau buruh dan pengusaha secara daring atau online melalui poskothr.kemnaker.go.id, mulai hari ini 8 April sampai 8 Mei Tahun 2022.

Sementara, bagi yang ingin melakukan pengajuan atau konsultasi secara fisik, Kementerian Ketenagakerjaan juga memfasilitasi di posko THR Kementerian ketenagakerjaan yang ini menyatu dengan fasilitas pegawai pengelola informasi dan data di Kementerian Ketenagakerjaan.

Keberadaan posko THR keagamaan ini adalah bentuk fasilitasi Pemerintah, agar hak pekerja atau buruh untuk mendapatkan THR benar-benar bisa dibayarkan, sesuai ketentuan yang ada adanya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel