Pelabuhan Laut Sanur siap digunakan jelang G20

Pelabuhan Laut Sanur, Bali, dinyatakan siap digunakan jelang perhelatan konferensi G20 setelah dilakukan uji coba sandar kapal di dermaga apung lokasi tersebut.

"Proses uji coba sandar kapal di dermaga apung Pelabuhan Laut Sanur berjalan dengan sukses dan lancar," kata Kepala Sub Direktorat Pelayanan Jasa dan Usaha Kepelabuhanan Direktorat Kepelabuhanan, Kementerian Perhubungan, Yudhonur Setyaji dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Dikatakan, jelang Konferensi Tingkat Tinggi G20, dan sebagai bentuk dukungan terhadap perhelatan G20 di Bali, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus melakukan percepatan penyelesaian pekerjaan pembangunan Pelabuhan Laut Sanur, Bali.

Pada uji coba ini, kapal wisata juga memuat perdana para wisatawan yang akan menyeberang ke Pulau Nusa Penida dari dermaga Sanur.
Adapun kapal yang melakukan uji coba sandar di Dermaga Sanur adalah kapal KM. El Rey De Reyes dengan total penumpang naik sebanyak 45 wisatawan asing dengan tujuan Pulau Nusa Penida.

Selain mendukung penyelenggaraan KTT G20, pembangunan infrastruktur tersebut juga untuk menjaga agar Bali tetap menjadi yang terdepan sebagai tujuan wisata utama, yang sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Benoa, Ridwan Chaniago menyebutkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Nusa Penida rata-rata sebanyak 2.000 orang perharinya. Hal ini berbeda saat akhir pekan, yang bisa mencapai 2 kali lipat jumlahnya.

"Jumlah kapal wisata sebanyak 37 kapal yang aktif melayani rute Sanur-Nusa Penida. Dengan jumlah wisatawan yang cukup banyak perharinya, tentu menjadi potensi yang sangat baik bagi tumbuhnya sektor riil di industri pariwisata Bali," ujar Ridwan.

Ia menambahkan Dermaga Sanur dapat disandari oleh Kapal wisata dengan maksimal GT 116 dan panjang 26 meter. Ridwan juga menegaskan pentingnya para nakhoda kapal wisata untuk selalu mengedepankan keselamatan dan keamanan pelayaran.

Kadishub Kota Denpasar I Ketut Sriawan mengapresiasi Kementerian Perhubungan yang telah membangun Pelabuhan Sanur, mengingat pembangunan Pelabuhan Sanur semakin memudahkan wisatawan maupun masyarakat lokal yang akan menyeberang ke Pulau Nusa Penida untuk bersembahyang.

Ia menambahkan pentingnya kolaborasi, sinergitas antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dengan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan Laut Sanur tersebut dengan mengedepankan kearifan lokal.

Kemenhub memulai pembangunan Pelabuhan Sanur sejak Desember 2020 meliputi pekerjaan jasa konsultansi dan pekerjaan konstruksi (fisik). Pembangunan dilakukan dalam periode tahun anggaran jamak (multiyears) 2020-2022 bersumber dari APBN dengan total anggaran Rp398 miliar.

Saat ini progres pembangunan Pelabuhan Sanur per 15 September 2022 telah mencapai 93,27 persen dan ditargetkan penyelesaian pembangunan Pelabuhan Sanur bulan September 2022 dapat terpenuhi.

Baca juga: Menhub pastikan Pelabuhan Sanur dapat beroperasi sebelum G20
Baca juga: PSN Pelabuhan Sanur-Nusa Ceningan Bali dinilai perkuat konektivitas
Baca juga: Jadi buah tangan G20, pamor kain Endek produksi UKM Bali mendunia