Pelabuhan Patimban Bakal Bentuk Kota Baru di Subang

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melakukan kordinasi penyelesaian ‎pembangunan Pelabuhan ‎Patimban, Subang tahap pertama. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menargetan pembangunan tahap pertama selesai Juni 2020.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Menteri Koordinator ‎Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan telah mengumpulkan pemangku kepentingan dalam pembangunan Pelabuhan Patimban.

Hal ini dilakukan untuk berkordinasi menyusun jadwal pekerjaan dan juga saran pendukung pembangunan Pelabuhan Patimban. Pekerjaan ini mulai dari akses jalan tol hingga ibu kota baru Subang.

"Kita mengkoordinasikan time table, jenis pekerjaan yang harus difinalisasi, seperti penujukan operator, project, jalan akses, pembentukan ibu kota baru," kata Budi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jakarta, ‎Selasa (3/12/2019).

Menurut Budi, untuk ibu kota baru Subang, yang berdekatan dengan‎ Pelabuhan Patimban, akan dilengkapi dengan akses jalan tol.

Untuk pembebasan lahan pembangunan jalan tol akses Pelabuhan Patimban masih dalam penentuan lokasi. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pembebasan lahan. Diperkirakan pembangunan infrastruktur tersebut memakan waktu‎ 3 tahun. Sedangkan akses untuk jalan nasional sudah dalam pembangunan dimana progresnya mencapai 70 persen.

Pelabuhan Patimban Bakal Jadi Pusat Ekspor Otomotif Indonesia

Presiden Jokowi tinjau pelabuhan Patimban, didampingi Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Seskab Pramono Anung. Foto: Dok Kementerian Perhubungan

Dibangunnya Car Terminal di Pelabuhan Patimban akan memberi banyak kemudahan dan bisa menjadi pusat eksport produk otomotif Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai mendampingi Presiden Joko widodo (Jokowi) meninjau pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, Jumat, kemarin.

Dengan Car Terminal di Patimban, diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas khususnya untuk ekspor-impor kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Selama ini, kendaraan berat termasuk angkutan ekspor-impor kendaraan menyumbang pada kemacetan lalu lintas khususnya ruas antara Bekasi-Tanjung Priok, Jakarta.

Pemerintah berharap dengan beroperasinya Pelabuhan Patimban secara keseluruhan akan dapat mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan dan memperkuat ketahanan ekonomi.

 

Mengurangi Kepadatan Tanjung Priok

Aktifitas kapal ekspor inpor di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (26/5). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 1,24 miliar . (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kemudian, mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas (ekspor-impor) kendaraan di Tanjung Priok di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan, serta menjamin keselamatan pelayaran termasuk area eksplorasi minyak dan gas.

Menurut Budi Karya, Presiden Jokowi sangat mengapresiasi pembangunan Pelabuhan Patimban, yang luasnya mencapai 654 Ha, hampir setara dengan Pelabuhan Tanjung Priok.

"Presiden berharap dengan dibangunnya pelabuhan ini, akan meningkatkan kinerja pelabuhan yang lebih kompetitif sehingga dapat menurunkan biaya logistik, dengan demikian tentunya diharapkan eksport juga akan meningkat," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

Pelabuhan Patimban rencananya akan dikelola penuh oleh swasta. Hal itu diharapkan akan menciptakan suasana kompetitif yang sehat antar pelabuhan. Kompetisi akan memicu pelabuhan-pelabuhan semakin efisien, sehingga biaya logistik bisa turun.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: