Pelabuhan Pupuk Kaltim raih penghargaan dari Kemenkes

Faisal Yunianto
·Bacaan 2 menit

Komitmen Pupuk Kaltim mewujudkan penyelenggaraan pelabuhan sehat dalam mendukung aktivitas bisnis perusahaan, mendapat penghargaan Menteri Kesehatan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional tahun 2020.

Pelabuhan Pupuk Kaltim ditetapkan sebagai salah satu dari delapan pelabuhan sehat di Indonesia tahun 2020, berdasarkan kriteria Kementerian Kesehatan yang dinilai memenuhi seluruh unsur penyelenggaraan pelabuhan sehat sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2014. Penghargaan itu diterima di Balikpapan pada Sabtu (28/11).

VP Pelabuhan dan Pengapalan Pupuk Kaltim Agus Jaya Saputra dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan penyelenggaraan pelabuhan sehat sesuai Permenkes, direalisasikan pada sejumlah upaya pengelolaan kualitas lingkungan secara fisik dan sosial berdasarkan beberapa indikator, di antaranya penyelenggaraan kesehatan lingkungan yang optimal.

Kemudian, penataan sarana dan fasilitas sesuai standar kesehatan, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat bagi para pekerja, optimalisasi aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta keamanan dan ketertiban di lingkungan pelabuhan.

Komitmen itu dilihat pada sejumlah langkah yang diterapkan Pupuk Kaltim dalam mewujudkan lingkungan pelabuhan yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk komunitas pekerja serta masyarakat pelabuhan, khususnya dalam melaksanakan aktivitas yang tidak menimbulkan risiko kesehatan.

"Seluruh indikator tersebut melalui verifikasi Kementerian Kesehatan, hingga dinyatakan memenuhi kriteria pelabuhan sehat sesuai Permenkes 44 Tahun 2014," ujar Agus Jaya.

Begitu pula untuk antisipasi dan penanganan COVID-19, pelabuhan Pupuk Kaltim melakukan sejumlah upaya konkrit bagi seluruh aktivitas sandar kapal dan proses pemuatan barang, mulai dari penerapan protokol kesehatan kerja sesuai kebijakan perusahaan, pengecekan kapal di area anchorage oleh petugas kesehatan sebelum memasuki area pelabuhan Pupuk Kaltim, kebijakan pelarangan turun bagi crew kapal yang masuk, serta mewajibkan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi seluruh kru kapal, utamanya yang berasal dari zona merah.

"Kebijakan tersebut diberlakukan tanpa terkecuali bagi seluruh kapal, sehingga potensi dan risiko kesehatan dari COVID-19 bisa diantisipasi secara optimal," ujar Agus Jaya.

Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman menambahkan penyelenggaraan pelabuhan sehat sebagai salah satu upaya perusahaan dalam meningkatkan kepercayaan dan jaminan pelayanan pelabuhan yang aman dan bebas dari risiko kesehatan, khususnya COVID-19.

Pupuk Kaltim juga menggandeng KKP Kelas II Samarinda dan KSOP Kelas II Bontang pada pelaksanaan kegiatan pengawasan dan pemantauan bagi kapal masuk, sehingga aspek K3 serta implementasi pelabuhan sehat terlaksana optimal dengan evaluasi berkala.

"Diraihnya penghargaan pelabuhan sehat dari Kemenkes menjadi motivasi Pupuk Kaltim untuk terus meningkatkan pelayanan, serta jaminan bagi seluruh aktivitas di pelabuhan Perusahaan akan potensi risiko kesehatan," kata Qomaruzzaman.

Peningkatan komitmen dan pelayanan pelabuhan sehat juga terus dimaksimalkan Pupuk Kaltim, seperti pemeliharaan dan penambahan fasilitas, hingga evaluasi serta pengujian kualitas lingkungan secara berkala, sehingga seluruh aktivitas yang berjalan mampu meningkatkan kontribusi pelabuhan terhadap kinerja dan realisasi target Perusahaan.

"Komitmen penyelenggaraan pelabuhan sehat telah menjadi bagian dari aktivitas bisnis Pupuk Kaltim, dengan berbagai peningkatan yang terus dimaksimalkan, sehingga transformasi bisnis yang berjalan mampu didukung seluruh pihak di lingkungan perusahaan," kata Qomaruzzaman.

Baca juga: Pupuk Kaltim raih penghargaan Lighthouse Industry 4.0
Baca juga: Pupuk Kaltim - AIP dorong pemerataan kemandirian ekonomi di NTB
Baca juga: Pupuk Kaltim dan Kemendes tanam perdana Agro Solution di Dompu