Pelabuhan Tengkayu II, Pusat Bisnis Perikanan di Kota Tarakan

Merdeka.com - Merdeka.com - Tak hanya pelabuhan penyeberangan, di Kota Tarakan Kalimantan Utara (Kaltara) juga terdapat pelabuhan khusus perikanan. Pelabuhan Tengkayu II di Kota Tarakan ini khusus diperuntukkan bagi nelayan yang pulang dari melaut dan baik membongkar atau memuat hasil laut bisa dilakukan di pelabuhan ini.

Pelabuhan Tengkayu II ini berada di penghujung Jalan Gajah Mada, Kelurahan Karang Anyar Pantai Kecamatan Tarakan Barat. Pelabuhan ini memiliki luas kawasan kepelabuhanan sekitar 5,5 hektare. Terdiri dari daratan dan perairan di bawah pengelolaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Tengkayu II.

pelabuhan tengkayu ii
pelabuhan tengkayu ii

Pelabuhan Tengkayu II©2022 Merdeka.com

Pelabuhan ini juga berperan sebagai check point, pengumpulan data statistik dan kesyahbandaran kapal perikanan. Tak cuma itu, pelabuhan ini tempat koordinasi pengawasan hasil perikanan dan menjadi sumber informasi data juga potensi pertanian.

Berdasarkan data dari UPT Pelabuhan Tengkayu II yang berada di DKP Kaltara, di pelabuhan ini juga dilakukan sejumlah pungutan dan pelayanan penerbitan perizinan tertentu. Seperti, pungutan retribusi kepelabuhanan, pelayanan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kapal perikanan, penerbitan Sertifikasi Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) khusus komoditi hasil perikanan (tangkap) yang akan diekspor ke Uni Eropa.

pelabuhan tengkayu ii
pelabuhan tengkayu ii

Pelabuhan Tengkayu II©2022 Merdeka.com

Dari pelayanan dan pungutan tersebut, berhasil diperoleh PAD tercatat, pada 2018 mencapai Rp 2,028 miliar atau sedikit lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,953 miliar. Distribusi kontainer sebanyak 520 kontainer.

pelabuhan tengkayu ii
pelabuhan tengkayu ii

Pelabuhan Tengkayu II©2022 Merdeka.com

PAD yang diperoleh juga diupayakan untuk ditingkatkan pada pengelolaannya ke depan. Pada tahun ini, diyakini perolehan PAD akan semakin meningkat. Data di UPT Pelabuhan Perikanan Tengkayu II, perolehan dari Januari 2019 sampai dengan 11 September 2019 sebesar Rp 1,471 miliar. Pendapatan itu meliputi sewa lahan dan bangunan, jasa air bersih, sewa kios, pas masuk kendaraan dan retribusi barang, serta sewa parkir kontainer. [hhw]