Pelajar di Aceh Duel Rebutan Pacar, Satu Luka Robek di Perut

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang remaja laki-laki di Banda Aceh inisial ID (15) ditangkap polisi karena menikam AM (17) pakai pisau lipat. Penikaman itu dipicu karena masalah asmara berebut pacar.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol M Ryan Citra Yudha mengatakan, kedua pelajar itu merupakan warga Kecamatan Darussalam, Aceh Besar. Kasus ini berawal saat mereka berkomunikasi via telepon dan membahas tentang pacar ID, berinisal NR.

"Pelaku ID mengajak korban berduel," kata, Minggu (8/5).

Korban menolak untuk berkelahi. Namun pada Jumat (6/5) sore, bersama tujuh rekannya, pelaku menghampiri korban di kawasan Gampong Lieue, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar.

Dihampiri oleh pelaku ID dan rekannya, korban AM coba menghindar dan pergi ke warung kopi. Akan tetapi, pelaku langsung memukul bagian kepala belakangnya.

Korban terpancing emosi lalu turun dari motornya ingin membalas. Tapi pelaku langsung menusuknya dengan pisau lipat.

"Usai melakukan aksinya, pelaku bersama rekan-rekannya pun kabur dengan menggunakan motor," ujar Ryan.

Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Universitas Syiah Kuala, berada tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi yang menerima informasi kejadian penganiayaan itu melakukan penyelidikan keberadaan pelaku. Akhirnya diketahui ID sudah kabur ke Kabupaten Aceh Utara.

"Lewat kerja sama dengan Sat Reskrim Polres Aceh Utara, pelaku berhasil ditangkap Sabtu pagi," kata dia.

Saat ini pelaku ID telah diamankan petugas, sementara korban masih dirawat di Rumah Sakit Universitas Syiah Kuala dalam pemulihan pasca operasi bagian perut sebelah kiri.

"Kami masih melakukan pengembangan kasus, mengingat pelaku datang bersama tujuh rekannya. Jika mereka terbukti terlibat, maka akan kita tindak sesuai aturan hukum yang berlaku," tutup dia. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel