Pelajar di Kota Malang Mulai Disuntik Vaksin Hari Ini

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Kota Malang mulai melakukan vaksinasi bagi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruhan (SMK). Sekolah yang menjadi percontohan adalah SMA Negeri 2 Kota Malang. Ratusan siswa-siswi mulai disuntik vaksin Rabu, 4 Agustus 2021.

Wali Kota Malang Sutiaji meninjau langsung proses vaksinasi ini. Dia mengungkapkan bahwa vaksinasi ini digelar serentak di Jawa Timur. Dia memilih SMA Negeri 2 karena dianggap paling siap menjalankan vaksinasi bagi para pelajar.

"Jadi target kita seluruh siswa yang ada di Kota Malang, hari ini SMA ya. Karena rata-rata SMA sudah masuk (sekolah daring). Hari ini serentak se-Jawa Timur, tapi Kota Malang kita nunjuk di SMA 2," kata Sutiaji.

Sutiaji mengungkapkan setelah secara simbolis vaksinasi pelajar dilakukan. Vaksinasi akan terus berlanjut ke sekolah-sekolah lainnya. Pelajar yang masuk kriteria adalah berusia 12 tahun ke atas. Di antaranya pelajar Sekolah Dasar kelas 5 atau 6 hingga pelajar SMA.

"Nanti insya Allah (vaksinasi pelajar) akan terus bergilir, hari ini SMA mana, dan seterusnya SMK dan SMA di Kota Malang. Kalau SMP nanti kita pilah, usia 12 (SD) nanti kita sudah mulai vaksin. Rata-rata SMP kelas 1 dan 2 juga mungkin sudah bisa vaksinasi sampai kelas 3," ujar Sutiaji.

Soal herd immunity, dia menargetkan, 100 persen bagi pelajar yang ada di Kota Malang. Data sementara, pelajar SMP, SMA dan SMK yang masuk sasaran vaksinasi sebanyak 48.335 siswa. Lalu SD dan Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 45 ribu.

"Kalau SD itu mungkin Kelas 5 sampai 6 SD karena 12 tahunan. Targetnya kami 100 persen dari siswa sudah terbangun herd imunity-nya. Maka (vaksin) itu akan terdistribusi kepada semua warga Indonesia, termasuk di dalamnya warga Kota Malang, termasuk sekolah-sekolah yang ada di Kota Malang," tutur Sutiaji.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel