Pelajaran IPA dan IPS Sekolah Dasar Dihapus

TEMPO.CO , Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana menghapus mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) setingkat Sekolah Dasar (SD). Dua mata pelajaran ini rencananya akan digabungkan ke mata pelajaran lain.

Koordinator Koalisi Pendidikan, Lody Paat mengatakan penggabungan ini tidak menjadi masalah. »Ini istilahnya model integrasi kurikulum,” kata Lody ketika dihubungi, Jumat, 28 September 2012.

Lody melanjutkan, pendidikan yang terintegrasi bisa diterapkan, misalnya ketika siswa belajar tentang suku-suku di Indonesia. Biasanya materi ini masuk ke mata pelajaran IPS. Namun di kurikulum yang terintegrasi, bisa masuk ke Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila. Begitu juga dengan materi yang lain.

»Jadi yang bersifat tematik bisa digabungkan dengan mata pelajaran lain,” ucap Lody. Cara ini, menurut ia, meringankan murid untuk menyerap ilmu, apalagi jika diajarkan dengan cara yang menyenangkan. Siswa tidak perlu belajar banyak hal jika temanya sama.

Kendati sepakat dengan integrasi kurikulum, Lody enggan berkomentar soal jadi tidaknya penggabungan IPA dan IPS untuk pelajar SD. Alasannya, ia belum mengetahui konsep yang akan diterapkan pemerintah.

Kemendikbud saat ini sedang dalam tahap penggodokan kurikulum baru untuk SD hingga SMA yang akan diterapkan Juli tahun depan. Kurikulum ditargetkan selesai pada Maret 2013. Sampai saat ini, sekolah-sekolah yang ada masih menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006.

SUNDARI

Berita terpopuler lainnya:

Bekas Bos BNN Singapura Paksa Wanita Ini Oral Seks

Begini Modus Pencurian Bagasi Pesawat

Hantu Tahanan Perang Dunia II Muncul di Borneo? 

Salah Kirim SMS Mesum Berujung Penjara

Empat Pelindung FR Terancam Pidana 

Irjen Djoko Susilo Tolak Panggilan KPK

Rencana Audit KPK Dinilai Akal-akalan  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.