Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolres Poso Orang Lamongan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah beberapa lama ditelusuri identitas pelaku dan korban bom bunuh diri di Mapolres Poso Sulawesi Tengah akhirnya terungkap. Pria tersebut bernama Zainul Arifin alias Arif Kotak asal Lamongan, Jawa Timur.

Identitas tersebut terungkap setelah ibu kandungnya Zumaroh menghubungi pihak kepolisian dan langsung diambil sampel DNA-nya untuk dicocokkan dengan DNA Zainul. Setelah diuji secara laboratorium ternyata DNA Zainul dan Zumaroh cocok.

"Kemarin hasil tes DNA sudah dinyatakan terpenuhi atas nama ibu Zumaroh dari Lamongan, Jawa Timur ibu kandung korban sekaligus pelaku bom bunuh diri yang identitasnya atas nama Zaenul Arifin alias Arif Petak," ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2013).

Dikatakan Agus, Zainul merupakan pria kelahiran Lamongan 26 Juni 1979 dengan istri bernama Fatimah (23) seorang guru Taman Kanak-kanak di Lamongan.

Sebelum terjadi bom bunuh diri, Zainul pergi meninggalkan rumah dan aktif mengikuti pengajian di sebuah pesantren di Lamongan, Jawa Timur.

"Ia aktif mengikuti pengajian di pondok pesantren di Lamongan," ucapnya.

Mapolres Poso dikejutkan dengan aksi bom bunuh diri, Senin (3/6/2013) sekitar pukul 08.03 WITA. Pelaku yang masuk ke halaman Polres sempat ditahan petugas jaga, tetapi pelaku tetap saja nyelonong masuk dengan menggunakan sepeda motor.

Awalnya seorang petugas jaga Mapolres Poso Bripda Andry Wahyudi melihat seorang laki-laki yang menggunakan jaket hitam memasuki Mapolres Poso dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter.

Saat ditegur, pria tersebut tetap memacu kendaraannya dan masuk ke dalam halaman Mapolres Poso. Karena tidak mau berhenti, Bripda Andry Wahyudi pun berusaha mengejarnya.

Tidak lama kemudian terdengar bunyi ledakan kecil dan saat itu Bripda Andry Wahyudi curiga dan secara spontan mengatakan kepada teman-temannya yang ada di penjagaan Polres "Bom Bunuh Diri ini," ucap Bripda Andry sehingga anggota polisi lainnya tiarap.

Kemudian Bripda Andry Wahyudi berlari membunyikan lonceng penjagaan, namun secara tiba-tiba pula terjadi bunyi ledakan kedua yang begitu besar.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kemampuan berbahasa Inggris dengan lancar wajib dimiliki oleh kandidat capres maupun cawapres?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat