Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar Tulis Surat Wasiat ke Orang Tua

Dedy Priatmojo, Irfan
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada wartawan terkait update terbaru dari kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral, di Mapolda Sulsel, Minggu 28 Maret 2021.

Dalam penyampaiannya, Listyo mengungkap fakta-fakta baru soal pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

Listyo menyebutkan, sebelum pelaku L melakukan aksi bom bunuh diri, ia telah membuat surat wasiat yang dititipkan kepada orangtuanya.

Dia mengatakan, isi surat yang dititipkan oleh L kepada orangtuanya adalah merupakan pesan terakhirnya.

"Isinya mengatakan bahwa yang bersangkutan berpamitan dan siap mati syahid," terang Listyo.

Dia menyebut. pelaku bom bunuh diri di Makassar adalah pasangan suami istri berinisial L dan YSF.

Keduanya tewas di lokasi kejadian setelah meledakkan diri di depan pintu gerbang Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Kota Makassar, Minggu siang kemarin.

Kapolri juga menyampaikan bahwa kedua tersangka menikah pada 6 bulan lalu.

Sebelumnya, bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katolik Katedral, Makassar, pada Minggu (28/3) pagi sekitar Pukul 10.28 WITA. Ledakan terjadi ketika para jemaat di baru saja selesai melaksanakan Misa Minggu Palma di gereja.

Setidaknya 20 korban luka termasuk petugas gereja dan jemaat. Puluhan korban menderita luka berat, sedang dan, ringan.

Menurut polisi, terduga pelaku terdiri atas dua orang yang merupakan pasangan suami istri. Keduanya berboncengan sepeda motor dan ingin menerobos masuk ke dalam gereja.