Pelaku Mutilasi di Bekasi Ngaku Bujangan, Janji Nikahi Wanita yang Ikut Diamankan

Merdeka.com - Merdeka.com - Sosok perempuan yang diamankan bersama pelaku mutilasi bernama Ecky (34) masih menjadi misteri. Perempuan tersebut diamankan saat berada di dalam mobil di dekat kontrakan pelaku di Kampung Buaran RT01 RW02 Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

"Ceweknya pas diamankan warga juga kebingungan. Saya kan ikut pas nangkep Ecky, cewek itu ngakunya pengusaha baju. Mobil yang dipakai pelaku ternyata mobilnya cewek itu," kata Ketua RT01 Alfian, Selasa (3/1).

Ketika diamankan, perempuan yang belum diketahui identitasnya itu mengaku sebagai pedagang pakaian di online shop. Dia juga mengaku baru dua hari mengenal pelaku.

Alfian mengatakan, saat diinterogasi oleh warga, perempuan tersebut mengaku baru tiba di Bekasi setelah mengunjungi keluarganya di Tangerang dengan tujuan untuk mengenalkan pelaku kepada keluarganya.

"Kami tanya ke perempuan itu, katanya mereka habis dari rumah keluarga si perempuan di Tangerang, karena mau dikenalin. Pelaku ini ngajak perempuan itu nikah. Karena pelaku ngenalin diri ke perempuan itu kalau dia masih bujangan bermodal KTP lama," ungkapnya.

Saat diamankan, warga sempat memeriksa isi dalam mobil yang ditumpangi perempuan tersebut dan pelaku. Di dalam mobil jenis Mazda CX5 warna putih itu, ditemukan barang-barang seperti baju, boks kontainer kosong dan koper.

"Di dalam mobilnya itu selain ada baju dagangan si cewek itu, ada juga satu boks kontainer kosong sama dua koper kosong. Koper sama boksnya baru. Untung ketahuan, kalau enggak bisa aja cewek itu jadi korban juga," kata Alfian.

Diberitakan sebelumnya, jasad wanita dimutilasi ditemukan di sebuah rumah kontrakan yang beralamat di Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (30/12) dini hari.

Seorang saksi Dian Ardiansyah yang merupakan warga sekitar mengatakan, penemuan jasad wanita itu berawal dari pencarian seorang laki-laki berinisial MEL yang dilaporkan hilang oleh istrinya.

"Jadi awalnya ada anggota dari Polda menanyakan info orang hilang atas nama Ecky, terus sampai ke rumah saya, mereka menanyakan, saya jawab tidak kenal. Tapi info dari polisi katanya tinggal di sini," kata Dian di lokasi, Jumat (30/12).

Polisi tersebut kemudian melihat ada empat pintu kontrakan dan menanyakan terkait penghuni kepada Dian. Saat dicek ternyata terdapat selembar kertas yang dituliskan oleh pemilik kontrakan ditujukan kepada seseorang bernama Ecky.

"Anggota polisi nanya ada kontrakan? Saya bilang ada. Saya tunjukkan di sini karena kosong ini. Ada empat pintu yang diisi, yang dua ini kosong yang dua lagi di ujung ada. Nah kata pihak kepolisian begitu melihat ada kertas, ada nama Ecky di sini, mereka yakin bahwa dia yang mengontrak di sini," ungkapnya. [eko]