Pelaku Mutilasi Wanita di Bekasi Sewa Kontrakan Sejak Juni 2021 dan Terjerat Pinjol

Merdeka.com - Merdeka.com - Tersangka kasus mutilasi berinisial MEL (34) menyewa rumah kontrakan di Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi sejak Juni 2021 lalu. Saat pertama kali menyewa kontrakan itu, pelaku mengaku sebagai kontraktor.

"Pengakuannya jadi kontraktor, bangun rumah di sekitar sini. Saya juga tanya kenapa enggak tinggal di perumahan, kok malah di sini, dia ngomongnya keluarganya di Bandung, KTP-nya saya lihat juga Bandung," kata pemilik rumah kontrakan berinisial AS, Jumat (30/12).

Selama sekitar setahun berjalan, MEL lancar membayar biaya sewa kontrakan setiap bulan. Namun pembayaran mulai tersendat sejak Agustus 2022.

Sejak saat itu, ketika ditagih biaya sewa MEL selalu mangkir hingga pemilik kontrakan memberikan peringatan dengan cara menempelkan kertas di pintu yang berisi pesan untuk menghubungi istri AS.

"Karena enggak bayar-bayar kontrakan dari Agustus. Kami juga enggak tahu apa dia sering pulang ke kontrakannya atau enggak," ujarnya.

Beberapa minggu kemudian, AS mengetahui kalau MEL terjerat pinjaman online. AS mengetahui hal itu setelah istrinya sering dihubungi pihak pinjaman online.

"Enggak aktif nomornya, terakhir kalau tidak salah itu sejak dia dikejar pinjol bulan September atau Oktober begitu. Saya tahu karena istri saya dihubungi pihak pinjol," katanya.

Diberitakan sebelumnya, jasad wanita dimutilasi ditemukan di sebuah rumah kontrakan yang beralamat di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (30/12) dini hari.

Seorang saksi Dian Ardiansyah yang merupakan warga sekitar mengatakan, penemuan jasad wanita itu berawal dari pencarian seorang laki-laki berinisial MEL yang dilaporkan hilang oleh petugas dari Polda Metro Jaya.

"Jadi awalnya ada anggota dari Polda menanyakan info orang hilang atas nama Ecky, terus sampai ke rumah saya, mereka menanyakan, saya jawab tidak kenal. Tapi info dari polisi katanya tinggal di sini," kata Dian di lokasi, Jumat (30/12).

Polisi tersebut kemudian melihat ada empat pintu kontrakan dan menanyakan terkait penghuni kepada Dian. Saat dicek ternyata terdapat selembar kertas yang dituliskan oleh pemilik kontrakan ditujukan kepada seseorang bernama Ecky.

"Anggota polisi nanya ada kontrakan? Saya bilang ada. Saya tunjukkan di sini karena kosong ini. Ada empat pintu yang diisi, yang dua ini kosong yang dua lagi di ujung ada. Nah kata pihak kepolisian begitu melihat ada kertas, ada nama Ecky di sini, mereka yakin bahwa dia yang mengontrak di sini," ungkapnya. [eko]