Pelaku Pembakaran Kyoto Animation Mengaku Ingin Balas Dendam

Liputan6.com, Jakarta - Pelaku pembakaran Kyoto Animation, Shinji Aoba, telah resmi menjadi tersangka dan ditangkap pada Rabu (27/5/2020) lalu. Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama 10 bulan akibat luka bakar yang diderita setelah menjalankan aksinya.

Setelah menjalani proses interogasi, dengan para staf medis, Shinji Aoba kembali mengutarakan perasaan dendamnya kepada Kyoto Animation karena gagal mengikuti kontes penulisan novel untuk studio tersebut.

“Aku dendam kepada Kyo Ani (Kyoto Animation). Aku berpikir bila menyiramkan bensin di gedung sementara aku membakarnya, aku bisa membunuh banyak orang. Karena itulah aku melakukannya,” ujar Shinji Aoba kepada para investigator.

 

Reaksi Saat Tahu Jumlah Korban

Seorang pria berdoa untuk para korban setelah meletakkan bunga di luar gedung Kyoto Animation Studio di Kyoto, Jepang (19/7/2019).Stasiun televisi NHK melapor, seorang pria yang menuangkan bensin ke sekitar gedung animasi telah ditahan. (AP Photo/Jae C. Hong)

Shinji pun mengutarakan reaksinya setelah ia mendapatkan informasi perihal 36 korban tewas akibat ulahnya. Disampaikan kepadanya juga bahwa ada 33 orang yang selamat namun masih mengalami luka berat.

“Oh, begitu? Kupikir aku hanya membunuh sekitar dua orang saja,” ujarnya tak tahu jumlah korban yang tewas.

Pengakuan di TKP

Petugas pemadam kebakaran melihat ke arah studio animasi Kyoto Animation di Kyoto, Jepang, Kamis (18/7/2019). Sebagian besar muka bangunan berubah menjadi hitam karena hangus terbakar. (JIJI PRESS/AFP)

Sebelumnya, di tempat kejadian perkara (TKP) setelah Aoba melakukan aksinya beberapa bulan lalu, ia sempat mengakui perbuatannya.

“Ya, aku menyiram bensin di sekitar studio lalu menyalakan api dengan korek,” ujarnya.

Harus dalam Keadaan Sehat

Proses penangkapan Shinji Aoba yang memakan waktu berbulan-bulan, dikarenakan sistem hukum di Negeri Sakura. Tersangka sebuah kasus atau pelaku kriminal harus dalam keadaan sehat saat ditangkap.

Setelah melancarkan aksinya, Aoba ikut menderita luka bakar parah seperti halnya para korban. Ia sempat hilang kesadaran dan harus menjalani operasi cangkok kulit.

Dampak Covid-19

Pandemi virus Corona Covid-19 juga membuat proses penangkapan sempat tertunda. Pada Rabu lalu, ia dipindahkan dari rumah sakit ke Kantor Polisi Fushimi Kyoto oleh pihak kepolisian. Di situlah ia menjalani interogasi pertamanya.