Pelaku Pembunuhan Anggota Ormas di Bekasi Ditangkap

Merdeka.com - Merdeka.com - Pelaku pembunuhan seorang anggota organisasi masyarakat (ormas) di Kabupaten Bekasi dibekuk polisi. Pelaku berinisial FR (22) ditangkap di jalan tol wilayah Semarang ketika akan pulang ke kampung halamannya.

"Pelaku ditangkap tepatnya di rest area tol KM 379 wilayah Kabupaten Semarang, pelaku hendak pulang kampung," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan saat konferensi pers, Senin (9/1).

Peristiwa pembunuhan anggota ormas berinisial RP (48) ini terjadi pada Minggu (8/1) sekira pukul 02.00 WIB. Jasad korban ditemukan tergeletak berlumuran darah di Ruko Bekasi Fajar, Kawasan MM2100, Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Sebelum ditemukan tewas, korban dan pelaku berada di lantai tiga Kartika Club di dalam ruko tersebut. Diduga karena tidak sengaja bersenggolan saat menikmati live music, korban pun emosi kepada pelaku.

"Saat berada di lantai tiga Kartika Club pelaku dipukuli serta dikeroyok oleh korban dan teman-temannya," kata Gidion.

Usai dikeroyok, pelaku sempat beristirahat untuk menghilangkan rasa sakit. Namun tidak lama kemudian, korban kembali menghampiri pelaku dan memukulinya sebanyak tiga kali.

"Sehingga pelaku emosi dan mengambil celurit dari dalam jok motornya, kemudian langsung membacok korban sebanyak tiga kali. Motifnya emosi sesaat," ungkap Gidion.

FR, pelaku pembunuhan mengaku tidak sengaja membawa celurit ke lokasi kejadian. Dia beralasan kalau celurit tersebut sudah berada di dalam jok motornya sejak beberapa hari sebelum peristiwa pembacokan itu terjadi.

"Celurit udah ada di dalam jok motor dari kemarin pas saya beli nasi goreng malem-malem, jadi buat jaga-jaga," katanya.

Saat ini, pelaku ditahan di Polsek Cikarang Barat. Dia dijerat Pasal 338 dan atau Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di depan pintu masuk Ruko Bekasi Gajar, Kawasan Industri MM2100, Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Minggu (8/1). Diduga, pria tersebut tewas karena dibunuh.

Satria (28), warga sekitar mengatakan pria yang tewas tergeletak bersimbah darah tersebut mengenakan seragam loreng yang diduga dari salah satu organisasi masyarakat (Ormas).

"Saya enggak tahu korbannya berapa orang, kalau dilihat-lihat pakai (seragam) loreng-loreng," katanya. [tin]