Pelaku Penembakan di Texas Beli Dua Senapan Saat Ulang Tahun ke-18

Merdeka.com - Merdeka.com - Salvador Ramos, remaja 18 tahun yang diidentifikasi sebagai pelaku penembakan massal di sekolah dasar Robb Elementary, Uvalde, Texas, Amerika Serikat, hari ini diketahui membeli dua senapan pada saat dia berulang tahun ke-18. Dia juga mengirimkan sejumlah pesan menakutkan di Instagram beberapa jam sebelum menjalankan aksinya.

Meski Salvador Ramos digambarkan sebagai "pendiam" oleh banyak orang yang mengenalnya, seorang perempuan yang pernah bekerja dengannya di Wendy's hingga Maret lalu merasa Ramos punya sifat agresif. Sejumlah temannya di sekolah mengatakan dia sudah membolos dan tidak akan lulus kelas senior tahun ini.

"Dia terkadang kasar terhadap anak perempuan dan pernah mengancam mereka dengan bilang, 'Kamu tahu siapa saya?' Dia juga suka mengirim pesan tidak pantas terhadap anak perempuan," kata bekas teman kerjanya di Wendy's yang tidak ingin disebut namanya, seperti dilansir laman the Daily Beast, Rabu (25/5).

"Di taman, ada video dia mengajak orang berkelahi dengan sarung tangan tinju."

Santos Valdez, Jr, bekas temannya, mengatakan kepada the Washington Post (the Post), dia dan Ramos adalah teman dekat sampai akhirnya sikap Ramos mulai "memburuk". Dia mengatakan Ramos yang kerap dirundung lantaran suka gagap ketika berpidato pernah melukai wajahnya sendiri dengan pisau "hanya untuk bersenang-senang". Valdez mengatakan awalnya dia mengaku luka itu karena cakaran kucing tapi kemudian dia mengatakan yang sebenarnya.

"Dia lalu bilang akan melukai wajahnya dengan pisau berkali-kali," kata Valdez kepada the Post. Dia mengatakan mengirimkan pesan kepada Ramos di Instagram dua jam sebelum peristiwa itu terjadi tapi Ramos tidak membaca atau membuka pesannya.

Teman Ramos yang lain mengatakan kepada the Post, dia suka melempari mobil orang dengan telur dan menembak sembarang orang dengan pistol angin dari mobil.

Pada Selasa pagi, aparat mengatakan, Ramos menembak neneknya lalu mobil yang dikendarainya menabrak di dekat sekolah Robb Elementary School di Uvalde. Polisi mengejarnya dan dia lari ke dalam sekolah dengan senjata di tangan dan kemungkinan sebuah senapan, kata pejabat Texas.

"Begitu dia masuk ke dalam sekolah dia mulai menembaki anak-anak, guru, dan siapa pun yang ada di depannya, dia menembak semua orang," kata juru bicara Departemen Keselamatan Publik Letnan Chris Olivarez. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel