Pelaku Penganiayaan Anak Anggota DPR Gunakan Pelat RFH yang Tak Terdaftar

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi memastikan pelat nomor B 1146 RFH yang digunakan mobil pelaku penganiayaan terhadap anak anggota DPR Justin Frederick, ternyata tidak terdaftar resmi di kepolisian.

"Plat RFH yg di gunakan pelaku penganiayaan tidak terdaftar," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada merdeka.com, Minggu (5/6).

Namun, Hengki tidak menjelaskan lebih detail mengenai pelat nomor kendaraan yang tidak terdaftar tersebut. Alasan pelaku menggunakan pelat itu juga belum dijelaskan.

"Akan kita usut," singkatnya.

Untuk diketahui, pemukulan dipicu masalah serempetan. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 12.40 WIB di Tol Dalam Kota Jakarta, Sabtu (4/6).

Peristiwa bermula saat korban melintas dari arah Jakarta Timur. Sementara kendaraan dengan pelat nomor B 1146 RFH menerobos dari arah kiri.

Lalu pengemudi pelat RFH mendatangi kendaraan korban. Terjadi pemukulan. Atas kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian wajah. Luka di wajah bawah mata kanan, leher, di sekitar ketiak kanan, jari tangan, hidung, mulut, dan sekitar punggung.

Pelaku Anak Ketum Bravo 5

Korban telah membuat laporan ke Polda Metro Jaya. Tersangka berinsial FM juga sudah ditangkap dan ditetapkan tersangka. Sementara pria yang juga diamankan dan dimintai keterangan berinisial AF.

"AF dan FM (inisial pelakunya)," kata Hengki.

Terungkap sosok penganiaya anak anggota DPR Fraksi PDIP, Justin Frederick ternyata anak Ketua Umum Pemuda Bravo Lima, Ali Fanser Marasabessy. Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Umum Pejuang Bravo Lima (PBL), Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi.

"Benar, yang bersangkutan Ketua Pemuda Bravo-5," ujar Fachrul kepada wartawan, Minggu (5/6).

Soal kasus penganiayaan tersebut, Fachrul enggan mengomentari lebih jauh. Mantan Menteri Agama ini menyerahkan sepenuhnya proses hukum di Polda Metro Jaya.

"Perkaranya sedang diproses di Polda Metro Jaya. Saya menyerahkan sepenuhnya untuk diproses sesuai aturan hukum yang berlaku," ujar Fachrul.

Pelat Mobil Sedan

Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengungkapkan bahwa nomor polisi B 1146 RFH yang terpasang di mobil X-Trail tersebut tidak benar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, pelat nomor tersebut terdaftar pada kendaraan sedan.

"Nomor polisi B 1146 RFH yang digunakan oleh kendaraan X-Trail tersebut tidak benar, karena di database kita nomor tersebut bukan digunakan oleh X-Trail tapi oleh kendaraan sedan," ujarnya. [noe]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel