Pelaku Penggorokan Terduga Pencuri di Garut Divonis 4 Tahun Penjara, JPU Banding

Merdeka.com - Merdeka.com - Belasan orang pelaku penggorokan dan penganiayaan terhadap Maman (40), warga Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, divonis bersalah dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Garut pada Rabu (27/7).

Majelis hakim memvonis terdakwa SF yang merupakan pelaku penggorokan dengan putusan kurungan empat tahun penjara, dan 13 lainnya 3,5 tahun. Atas putusan tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) melakukan banding.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Garut, Ariyanto mengatakan bahwa dalam persidangan, pasal yang terbukti adalah pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP. Bunyi pasal tersebut adalah ‘Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, jika kekerasan mengakibatkan maut diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun’.

Terpenuhinya unsur tersebut, menurutnya, karena bisa membuktikan adanya rangkaian kejadian penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya Maman. Mulai dari tempat kejadian perkara (TKP) pertama, kedua, hingga proses dikuburkan. Namun putusan yang dibacakan oleh hakim diketahui setengah dari tuntutan yang dilakukan pihaknya.

"Terdakwa pelaku penggorokan kami tuntut delapan tahun penjara, sedangkan yang lainnya kami tuntut tujuh tahun penjara," katanya, Jumat (29/7).

Atas putusan yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Garut itu, Ariyanto memastikan bahwa pihaknya akan melakukan banding. Proses banding akan dilakukan pihaknya pada Senin, 1 Agustus 2022.

"Tentunya kami menghargai putusan yang telah dijatuhkan oleh yang mulia hakim. Namun dari sisi putusan kami akan melakukan upaya banding karena putusan tersebut setengah dari tuntutan kami," jelas Ariyanto.

Saat ini, diakui Ariyanto, pihaknya masih menunggu salinan putusan lengkap dari Pengadilan Negeri Garut atas perkara itu. Namun dari informasi yang diterimanya, ada beberapa hal yang meringankan para terdakwa dalam persidangan.

"Salah satu yang kami ketahui, bahwa ada perdamaian antara pelaku dan keluarga korban dan memberikan santunan sebesar Rp25 juta. Namun untuk detail lainnya, kami masih menunggu salinan lengkap dari putusan Majelis Hakim," pungkasnya.

Sebelumnya, di tahun 2021, belasan orang warga Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Jawa Barat ditangkap aparat kepolisian. Mereka diduga melakukan aksi penganiayaan terhadap seorang warga yang diduga akan melakukan pencurian hingga meninggal dunia.

Kepolisian resor Garut akhirnya menetapkan 14 orang sebagai tersangka pelaku pengeroyokan yang menyebabkan Maman (40). Korban dianiaya beramai-ramai lalu digorok karena diduga melakukan pencurian.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, aksi pengeroyokan terhadap Maman diketahui terjadi di Kampung Sengklek, Desa Sindangsari, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Selasa (12/10) sekitar pukul 02.00 WIB.

"Korban adalah warga bernama Maman (40), warga Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka memar lebam pada seluruh tubuh, kepala, dan wajah. Luka bacok pada pundak dan kedua kaki. Dan luka gorokan pada leher," kata Wirdhanto, Selasa (26/1).

Ke-14 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni SF, BN, S, AF, IR, HB, IN, IRN, UM, I, Z, M, DT, dan AS. Seluruh tersangka merupakan warga Kampung Sengklek, Desa Sindangsari, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel