Pelaku Perundungan Siswa SD di Tasikmalaya Didiversi, Bakal Dibina selama 3 Bulan

Merdeka.com - Merdeka.com - Tiga anak yang diduga menjadi pelaku perundungan terhadap siswa kelas V sekolah dasar di Kabupaten Tasikmalaya, saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Dalam proses hukumnya, Balai Pemasyarakatan (Bapas) merekomendasikan diversi.

Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana, hal ini tertuang dalam pasal 1 ayat (6) UU SPPA.

"Anak ini memang sudah menjadi tersangka, namun Bapas telah merekomendasikan langkah diversi dalam kasus ini. Alhamdulillah semua pihak telah sepakat untuk melakukan diversi," Kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto kepada wartawan.

Ato menjelaskan diversi itu merupakan jawaban hukum yang akan ditetapkan pengadilan. "Artinya ini merupakan hasil dari proses hukum. Mengacu pada Undang-Undang Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, tuntutan di bawah 7 tahun dapat dilaksanakan diversi dengan ketentuan tertentu," jelasnya.

Dengan diversi tersebut, seluruhnya sepakat dalam kurun waktu tiga bulan ke depan akan dilakukan pembinaan secara berkala. Tidak hanya itu, lokasi kejadian perundungan pun akan dijadikan desa ramah anak.

Sementara itu, Kasubsi Bimbingan Klien Anak Bapas Kelas 2 Garut, Rustikawati mengatakan bahwa pihaknya melakukan pendampingan tiga anak yang diduga menjadi pelaku perundungan di Kabupaten Tasikmalaya.

"Kami sudah lakukan pendampingan sejak BAP ( berita acara pemeriksaan) sampai proses diversi ini berjalan. Ketiga orang ini sudah menjadi tersangka, tapi dilakukan diversi," kata Rustikawati.

Rustikawati mengatakan Bapas memberikan saran dan rekomendasi dalam pelaksanaan diversi itu anak-anak dikembalikan kepada orang tua.

“Namun, kami akan melakukan pengawasan selama tiga bulan,” ucapnya.

Selain itu juga, pihaknya akan melakukan kolaborasi dengan instansi terkait dalam hal pembinaan terhadap para pelaku perundungan.

“Apabila pembimbingan itu tidak berhasil, kami akan evaluasi. Kalau anak ini melakukan kasus yang sama, tentu diversi itu tak berhasil dan dilanjutkan ke proses hukum selanjutnya,” katanya. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel