Pelaku Serangan Mumbai Hadapi Dakwaan pada Januari

Chicago (AFP/ANTARA) - Seorang warga Amerika Serikat yang menggunakan penampilannya sebagai orang Barat untuk melaksanakan pengintaian menjelang serangan mematikan di Mumbai pada 2008 akan dijatuhi dakwaan pada 17 Januari, ujar seorang hakim pada Rabu.


David Coleman Headley (52) secara resmi mengakui 12 tuduhan teror pada Maret 2010 setelah para jaksa sepakat untuk tidak mengusulkan hukuman mati atau untuk memungkinkannya diekstradisi ke India, Pakistan atau Denmark guna menghadapi tuduhan-tuduhan terkait.


Dia diperkirakan akan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.


Serangan Mumbai, yang dimulai pada 26 November 2008 dan berlangsung hampir tiga hari, menyebabkan 166 orang tewas dan menjadi serangan militan paling mematikan di tanah India sejak kemerdekaan.


Amerika Serikat berada dikecam di India terkait kesepakatan dengan Headley, namun para jaksa mengatakan bahwa keringanan layak diberikan karena informasi intelijen berharga yang disediakan Headley untuk menyelamatkan dirinya.


Headley juga bersaksi menyerang teman masa kecilnya, pengusaha Chicago kelahiran Pakistan bernama Tahawwur Rana Hussain, yang dinyatakan bersalah atas dua tuduhan terorisme tahun lalu.


Rana (51) menghadapi hukuman hingga 30 tahun penjara karena membantu kelompok militan Pakistan Lashkar-e-Taiba (LeT) merencanakan serangan terhadap surat kabar Denmark, yang memicu kemarahan karena penerbitan kartun Nabi Muhammad.


Namun, seorang hakim menemukan bukti yang cukup kuat bahwa Rana terlibat dalam serangan di Mumbai, meskipun Headley menggambarkan bagaimana ia menggunakan layanan bisnis imigrasi Rana sebagai kedok melakukan pengintaian di ibukota keuangan India tersebut. (ai/pt)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.