Pelaku UKM agar manfaatkan situasi pandemi untuk transformasi digital

Budi Suyanto
·Bacaan 2 menit

Pelaku UKM dinilai harus mencari celah memanfaatkan situasi pandemi dengan melakukan transformasi digital agar mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan usaha.

“Situasi pandemi ini justru bisa dimanfaatkan oleh pelaku UKM untuk mengembangkan bisnis melalui digital,” kata Chief Strategy Officer AVANA Indonesia, Farid, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

AVANA Indonesia merupakan perusahaan penyedia layanan pendukung social commerce dan memiliki visi membantu pelaku UMKM mengoptimalkan bisnis secara online melalui website maupun media sosial seperti Instagram, Facebook, Whatsapp, LINE hingga Telegram.

“Untuk mendukung perekonomian lokal, AVANA membantu pelaku UKM untuk bisa berjualan online secara mudah melalui website maupun media sosial serta memanfaatkan puluhan fitur dalam mempermudah pengelolaan toko online mereka,” ujar Farid.

Baca juga: Teten Masduki ajak UMKM optimalkan teknologi digital

AVANA Indonesia saat ini telah membantu lebih dari 100.000 pelaku usaha di Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Salah satu yang dilakukan adalah mengembangkan berbagai teknologi unggulan sebagai penunjang bisnis UKM lokal, diantaranya menyediakan website toko online yang bisa terhubung dengan instagram shopping, integrasi chat, manajemen reseller.

Dengan memanfaatkan teknologi, pelaku UKM yang biasanya memiliki sumber daya manusia (SDM) terbatas pun bisa dengan mudah menjual produk-produk secara online melalui website maupun media sosial.

Untuk membantu pelaku UKM secara lebih luas, AVANA Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung dan Satgas Pemulihan Ekonomi Kota Bandung mengadakan berbagai program pelatihan digitalisasi bisnis yang diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis UKM di Kota Bandung.

Baca juga: Digitalisasi berikan manfaat berkelanjutan untuk UMKM

Wakil Ketua Pelaksana Harian Satgas Pemulihan Ekonomi Kota Bandung, Iwa Gartiwa mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung turun dari 6,75 persen di tahun 2019 menjadi minus 2,29 persen di tahun 2020,.

“Sekitar 88 persen usaha kecil mikro kini telah kehabisan dana kas, sementara 60 persen usaha kecil mulai mengurangi jumlah karyawan untuk bisa bertahan di tengah pandemi.” ujar Iwa Wartiwa yang juga Ketua Kadin Kota Bandung ini.

Hal ini sangat disayangkan mengingat bisnis UKM merupakan salah satu penggerak utama perekonomian di Indonesia dan bisa membantu bangkitnya kembali pertumbuhan ekonomi nasional setelah pandemi ini mereda.

Untuk mengasah kemampuan digital pelaku UKM, AVANA rutin mengadakan pelatihan digitalisasi secara offline maupun online yang bisa diikuti pelaku bisnis dari seluruh Indonesia yang hingga kini telah diadakan di kota Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.