Pendapatan Pengusaha Pariwisata di Jakarta Menurun Sampai 75 Persen Selama Pandemi Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 sangat memengaruhi pendapatan para pelaku usaha pariwisata di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Jakarta. Hal tersebut terungkap berdasarkan survei yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta 2021.

"Survei tersebut terkumpul sebanyak 1.835 sampel responden. Dari jumlah itu sebanyak 1.429 responden pekerja, sedangkan 406 responden pelaku usaha," seperti dilansir dari akun Instagram @disparekrafdki, Rabu, 9 Juni 2021.

Dari survei tersebut ditemukan hasil bahwa mayoritas responden mengakui kondisi pandemi Covid-19 memengaruhi usaha pariwisata mereka. Mereka mengalami kerugian cukup drastis sebanyak 73 persen.

Mayoritas dari mereka mengalami perubahan penghasilan selama pandemi Covid-19. Penurunan penghasilan mereka sangat banyak, lebih dari 75 persen dari pendapatan sebelumnya.

"Mewabahnya covid-19 di Indonesia mengakibatkan banyak pelaku usaha pariwisata menutup usahanya serta pegawai khususnya di sektor pariwisata mengalami PHK atau dirumahkan.⁣ Pemerintah bekerja sama memberlakukan kebijakan mengatasi penyebaran virus di Indonesia dan pemulihan pasca Covid-19," tulis akun tersebut.

Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata

Warga bersama anak-anak berjalan-jalan di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (19/4). Libur panjang perayaan Paskah 2019 dimanfaatkan warga untuk berwisata di kawasan Monumen Nasional. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Warga bersama anak-anak berjalan-jalan di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (19/4). Libur panjang perayaan Paskah 2019 dimanfaatkan warga untuk berwisata di kawasan Monumen Nasional. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Untuk memulihkan sektor pariwisata Provinsi DKI Jakarta menyusun Quick Wins. Penyusunan tersebut melibatkan pelaku usaha pariwisata, termasuk pekerja dan pemilik usaha pariwisata dan pemerintah daerah.

"Pemerintah perlu menghimpun masukan dari stakeholders pariwisata terdiri dari Asosiasi Pariwisata, himpunan pariwisata, dll mengenai kebijakan dan kondisi selama pandemi COVID-19, yang paling memberikan dampakn bagi pelaku usaha & pekerja sektor pariwisata," tulis akun tersebut.

Semua masukan tersebut akan digunakan untuk memetakan kesiapan dan rencana pelaku usaha sektor pariwisata untuk pulih dari dampak pandemi. Selain itu, penyusunan Quick Wins untuk mengeksplorasi masukan mengenai dukungan yang dibutuhkan pekerja dan pemilik usaha pariwisata dari pemerintah sebagai upaya pemulihan pariwisata di Jakarta.

Penutupan Lokasi Wisata

Pengunjung antre untuk memasuki gerai smartphone di Mal Central Park, Jakarta, Senin (15/6/2020). Setelah beberapa bulan ditutup akibat Covid-19, Senin (15/6) ini, Pemprov DKI mengizinkan sekitar 80 mal atau pusat perbelanjaan untuk beraktivitas kembali. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Pengunjung antre untuk memasuki gerai smartphone di Mal Central Park, Jakarta, Senin (15/6/2020). Setelah beberapa bulan ditutup akibat Covid-19, Senin (15/6) ini, Pemprov DKI mengizinkan sekitar 80 mal atau pusat perbelanjaan untuk beraktivitas kembali. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kerugian dan penurunan pendapatan para pekerja dan pelaku usaha serta pemilik usaha pariwisata sangat beralasan. Selama pandemi Covid-19, sejumlah lokasi wisata di Jakarta sempat tutup sementara.

Beberapa lokasi wisata yang sempat buka tutup sementara di antaranya Taman Impian Jaya Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, dan Taman Mini Indonesia Indah. Selain itu, sejumlah hotel dan pusat perbelanjaan juga sempat mengalami penutupan.

Penutupan sementara itu untuk menghindari penyebaran Covid-19. Saat ini, lokasi wisata di Jakarta telah buka kembali dan para pekerja dan pelaku usaha pariwisata berharap pandemi Covid-19 segera berlalu.

Kondisi Pariwisata Usai Setahun Pandemi Covid-19

Infografis . Setahun Pandemi Covid-19, Pariwisata Dunia dan Indonesia Terpuruk
Infografis . Setahun Pandemi Covid-19, Pariwisata Dunia dan Indonesia Terpuruk

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: