Pelaku usaha sebut masyarakat antusias untuk berwisata ke Kota Batu

·Bacaan 2 menit

Pelaku usaha sektor wisata menyatakan bahwa masyarakat memberikan respons cukup baik dan antusias untuk mulai berwisata di Kota Batu, Jawa Timur, dalam masa uji coba pembukaan destinasi wisata di wilayah tersebut.

Guest Relation Officer Jawa Timur Park 2 Edo Mayranda Hardi Pratama di Kota Batu, Selasa, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat dalam waktu satu pekan terakhir cukup bagus, meskipun ada sejumlah pembatasan yang diterapkan.

"Sepekan kami sudah buka, kalau euforia dari para pengunjung itu bagus. Jadi wisatawan tidak hanya dari dalam kota saja, akan tetapi juga dari luar kota banyak yang datang," kata Edo.

Baca juga: Wisata Kota Batu tunggu pusat soal izin anak usia di bawah 12 tahun

Menurut Edo, para wisatawan yang datang ke Jatim Park 2 antara lain berasal dari wilayah Surabaya, Semarang, Yogyakarta, hingga Jakarta. Respons masyarakat terhadap pembukaan destinasi wisata di Kota Batu, cukup baik.

Edo menjelaskan, pada hari pertama pembukaan destinasi wisata Jatim Park 2, ada kurang lebih sebanyak 140 wisatawan yang berkunjung. Angka tersebut, masih jauh dari batas yang ditentukan, yakni 25 persen dari kapasitas maksimal.

Untuk rata-rata jumlah kunjungan wisatawan per hari, lanjutnya, saat ini berkisar pada angka 100 orang. Aturan terkait anak berusia di bawah 12 tahun dilarang untuk masuk destinasi wisata, disebutkan memberikan dampak.

"Untuk anak berusia 12 tahun masih belum diperbolehkan masuk, jadi banyak sekali keluarga yang kembali," katanya.

Baca juga: Menantikan "ledakan" pariwisata di Jatim, antara peluang dan ancaman

Ia menjelaskan, pada hari pertama pembukaan Jatim Park 2, ada kurang lebih 150 orang yang tidak diperbolehkan masuk, karena kebanyakan dari para pengunjung mengajak anak-anak mereka yang berusia di bawah 12 tahun.

"Untuk hari pertama, yang kembali sekitar 150 orang lebih. Rata-rata harian yang ditolak itu pasti ada. Paling tidak 50-60 persen yang ditolak, itu karena membawa anak kecil," katanya.

Dengan kondisi tersebut, untuk saat ini Jatim Park 2 masih memberlakukan sistem bekerja bergantian untuk para pekerja. Sementara untuk jam operasional, Jatim Park 2 dibuka mulai pukul 08.30 WIB, hingga 16.30 WIB.

"Untuk pekerja masih 50 persen, masuk bergantian. Jadi tidak masuk full 30 hari, tapi 15 hari," katanya.

Di wilayah Kota Batu, ada dua destinasi wisata yang melakukan uji coba operasional yakni Jatim Park 2, dan Taman Rekreasi Selecta. Keduanya dinilai memenuhi sejumlah persyaratan yang telah diatur oleh Kemenparekraf, dan Kemenkes.

Sejumlah persyaratan tersebut adalah protokol Cleanliness, Health, Safety, and Environtment Sustainability (CHSE), seluruh karyawan telah mendapatkan vaksinasi COVID-19, memiliki sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan, dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Saat ini, wilayah Kota Batu masih menerapkan masa PPKM level 3. Sesungguhnya, dalam masa PPKM level 3, destinasi wisata masih belum diizinkan untuk beroperasi. Jika suatu wilayah memasuki level 2 PPKM, maka destinasi wisata diperbolehkan untuk beroperasi.

Hingga saat ini, secara keseluruhan di wilayah tersebut, ada sebanyak 3.047 kasus konfirmasi positif COVID-19. Dari total tersebut, sebanyak 2.770 orang dilaporkan telah sembuh, 259 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel