Pelanggan Listrik PLN 450 VA Tak Dapat Subsidi Lagi di 2022?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji untuk menghilangkan subsidi listrik bagi pelanggan rumah tangga berdaya 450 VA di 2022.

Namun, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, keputusan itu belum sepenuhnya final lantaran masih didiskusikan dengan sejumlah pihak.

"Jadi masih dibahas. Artinya, apakah pelanggan listrik rumah tangga 450 VA jadi enggak subsidi, masih jadi opsi, masih didiskusikan," ujar dia dalam sesi teleconference, Jumat (4/6/2021).

Rida meneruskan, nantinya yang berhak menerima subsidi listrik hanyalah kelompok pelanggan yang terbukti berhak menerima sesuai kondisi di lapangan. Adapun data yang bakal digunakan untuk pengecekan yakni Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Itu belum dipastikan. Tapi kami sebagai pelaksana sudah siapkan datanya. Yang paling jadi penentu adalah akurasi dan validitas data DTKS," sebut dia.

"Suka tak suka, DTKS pasti jadi acuan kita. Untuk kepentingan penyaluran subsidi tepat sasaran, pemerintah tidak punya niat atau rencana apalagi untuk menurunkan subsidi," tegasnya.

Adapun verifikasi kondisi pelanggan 450 VA tersebut dilakukan oleh PT PLN (Persero) dengan mengacu pada data yang termuat dalam DTKS.

"Untuk kepentingan tadi, pemilahan pelanggan rumah tangga 450 VA, teman-teman PLN kami cek baru akan sampaikan pemadanannya, baru akan selesai akhir Juni ini," kata Rida.

PLN Bakal Beri Hadiah 48 Pelanggan yang Patuh Bayar Listrik Tiap Awal Bulan

Pekerja memperbaiki kabel listrik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banten 3 Lontar, di Kabupaten Tangerang, Rabu (29/4/2020). PLN (Persero) memutuskan untuk menunda sejumlah proyek listrik meski berpotensi mengganggu jalannya program 35.000 MW. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Pekerja memperbaiki kabel listrik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banten 3 Lontar, di Kabupaten Tangerang, Rabu (29/4/2020). PLN (Persero) memutuskan untuk menunda sejumlah proyek listrik meski berpotensi mengganggu jalannya program 35.000 MW. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Sebelumnya, PT PLN (Persero) akan memberikan apresiasi kepada pelanggan yang membayar listrik di awal bulan dari Januari sampai dengan Juni 2021. Program ini diberi nama Pelanggan Terbaik atau Tertib Bayar Listrik. Apresiasi akan diberikan kepada 48 pelanggan terpilih yang berada di wilayah kerja PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya.

Setiap pelanggan PLN UID Jakarta Raya berkesempatan mendapatkan hadiah sebagai Pelanggan Terbaik yaitu berupa peralatan elektronik. Caranya cukup mudah, pelanggan PLN cukup membayar listrik di awal bulan dari tanggal 2 sampai tanggal 5 Januari sd Juni 2021. Pembayaran listrik bisa dilakukan dimana saja melalui aplikasi PLN Mobile, mobile banking, dompet digital, ATM, bank, maupun di minimarket terdekat.

"Nanti ada tim khusus yang seleksi, faktor penentunya dilihat dari history pembayaran listriknya juga di bulan-bulan sebelumnya," terang Doddy B. Pangaribuan, General Manager PLN UID Jakarta Raya dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (3/6/2021).

Pelanggan Terbaik merupakan wujud apresiasi PLN kepada pelanggan setia yang sudah tertib dalam membayar rekening listrik di awal bulan. Waktu yang diberikan PLN dalam pembayaran rekening listrik yaitu tanggal 2 sampai tanggal 20 setiap bulannya. Lebih dari tanggal tersebut pelanggan PLN akan dikenakan sanksi keterlambatan.

"Kami mengapresiasi pelanggan yang selalu membayar listrik di awal bulan karena listrik merupakan salah satu kebutuhan primer untuk saat ini," tambah Doddy.

Apresiasi Pelanggan Terbaik akan diumumkan PLN di akhir bulan Juni 2021 melalui 16 kantor Unit Pelayanan Pelaksana Pelanggan yang masuk wilayah kerja PLN UID Jakarta Raya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel