Pelanggan XL Axiata Bertambah 1,2 Juta di Kuartal Ketiga 2021

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - XL Axiata mengumumkan laporan pendapatan kuartal ketiga 2021. Dari laporan, perusahaan menjaga pertumbuhan pendapatan secara berturut-turut dan mempertahankan kinerja positif di sepanjang periode tersebut.

Total jumlah pelanggan XL Axiata bertambah 1,2 juta selama periode ini. ARPU (Average Revenue Per User) blended sebesar Rp 37 ribu.

Mengutip keterangan XL Axiata, Rabu (10/11/2021), meski kompetisi di industri ketat, XL Axiata terus melanjutkan investasi pada pembangunan jaringan data pita lebar.

Saat ini, jaringan 4G XL Axiata telah menjangkau 458 kota/kabupaten ditopang oleh 69 ribu BTS 4G. Sementara, total BTS yang dimiliki XL Axiata sebanyak 153 ribu.

Presiden Direktur dan CEO Axiata, Dian Siswarini, mengatakan, perusahaan terus berupaya keras untuk melalui periode kuartal ketiga yang berat, di tengah kompetisi industri yang tidak pernah kendor.

"Kami tetap melanjutkan digitalisasi secara end-to-end di hampir semua lini bisnis, antara lain dengan mengimplementasikan analisis berbasis artificial intelligence untuk meningkatkan efisiensi dalam operasional," katanya.

Selain itu, XL Axiata juga membangun jaringan untuk meningkatkan kualitas layanan seiring trafik yang terus meningkat.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pendapatan XL Axiata

Presdir dan CEO XL Axiata Dian Siswarini (Foto: XL Axiata).
Presdir dan CEO XL Axiata Dian Siswarini (Foto: XL Axiata).

Menurut laporan, total pendapatan XL Axiata selama kuartal ketiga 2021 sebesar Rp 6,8 triliun, di mana Rp 6,3 triliun di antaranya merupakan pendapatan layanan. Pendapatan data meningkat jadi sebesar 95 persen dengan penetrasi smartphone mencapai 92 persen dari total pelanggan.

Hal ini tidak lepas dari pertumbuhan trafik sepanjang triwulan ketiga 2021, sebesar 10 persen dari kuartal sebelumnya, dari 1.572 PB menjadi 1.722 PB.

Jika dihitung selama sembilan bulan, trafik data meningkat setinggi 34 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara total pendapatan selama sembilan bulan 2021 tercatat Rp 19,8 triliun, dengan Rp 18,3 triliun di antaranya adalah pendapatan layanan.

EBITDA di kuartal ketiga 2021 tercatat sebesar Rp 3,4 triliun dengan margin 50 persen. EBITDA sepanjang sembilan bulan tercatat Rp 9,9 triliun.

XL Axiata juga meraih laba di periode ini, sepanjang sembilan bulan 2021, laba perusahaan sebesar Rp 1,02 triliun. Laba bersih yang dinormalisasi sebesar Rp 835 miliar.

Meski begitu, biaya operasional di kuartal ketiga 2021 meningkat 1 persen dibanding kuartal sebelumnya. Antara lain karena biaya penjualan dan pemasarang yang meningkat karena distribusi bertambah luas.

Biaya infrastruktur juga meningkat karena ada upaya perluasan jaringan ke berbagai wilayah. Selain itu, biaya regulasi pun meningkat karena kenaikan biaya frekuensi. Begitu juga dengan biaya overhead karena biaya konsultasi yang lebih tinggi akibat dari proyek yang berlangsung.

Di sisi lain, biaya karyawan bisa dijaga tetap lebih rendah, demikian dengan biaya interkoneksi dan biaya langsung lainnya.

Utang Perusahaan

XL Axiata tetap mampu menjaga posisi neraca dalam posisi sehat dan terkendali, meskipun jumlah hutang meningkat di periode sembilan bulan.

Tercatat, utang kotor meningkat 25 persen YoY dan hutang bersih meningkat 28 persen YoY.

Free Cash Flow (FCF) berada pada tingkat yang sehat, meskipun turun sebesar 26 persen ke angka Rp 3,6 triliun karena adanya peningkatan belanja modal (capex) untuk mendukung pembangunan jaringan dan peningkatan pelayanan kepada pelanggan.

Untuk rasio utang bersih terhadap EBITDA juga masih baik mencapai 0,5x. Perusahaan tidak memiliki utang berdenominasi USD. Sebesar 70 persen dari pinjaman yang ada saat ini berbunga floating dan pembayarannya dikelola hingga dua tahun ke depan.

Untuk membiayai pembangunan jaringan dan mendorong pertumbuhan pendapatan, XL Axiata telah membelanjakan capex yang lebih besar.

Hingga periode sembilan bulan 2021, capitalized capex meningkat 25 persen YoY menjadi Rp 6,4 triliun, sedangkan committed capex meningkat 24 persen YoY menjadi Rp 4,5 triliun.

(Tin/Ysl)

Infografis Tentang 5G

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel