Pelanggar PPKM Darurat di Kota Depok Dijatuhi Denda

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pengadilan Negeri Depok dan Kejaksaan Negeri Depok menggelar persidangan pelanggar PPKM Darurat. Puluhan pelanggar telah diputuskan bersalah dan dijatuhi hukuman berupa sanksi denda.

Kasi Intelejen Kejari Kota Depok, Herlangga Wisnu Murdianto mengatakan, pelaksanaan giat PPKM Darurat di Kota Depok, Tim Gabungan Penegakan PPKM Darurat telah menemukan sejumlah pelanggar yang tidak mentaati peraturan PPKM Darurat. Setelah dilakukan pendataan, pada hari yang sama para pelanggar langsung mengikuti persidangan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) pelanggaran PPKM Darurat.

"Hari ini didapati 12 pelanggar dan langsung mengikuti persidangan Tipiring di kantor Kecamatan Sukmajaya," ujar Herlangga, Kamis (15/7/2021).

Herlangga menjelaskan, 12 pelanggar tersebut didapati membuka toko yang tidak diperbolehkan saat PPKM Darurat. Para pelanggar di anggap telah melanggar Perda Provinsi Jawa Barat Pasal 21 nomor 5 Tahun 2021 tentang perubahan atas Perda Provinsi Jawa Barat nomor 13 tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

"Sanksi sidang Tipiring tersebut dikenakan denda yang dikenakan bervariatif mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 Juta," terang Herlangga.

Terkumpul Denda Rp 7,7 Juta

Herlangga menuturkan, peran Jaksa pada persidangan tersebut sebagai eksekutor atau putusan yang diputus hakim, dan perkara dilimpahkan oleh penyidik pegawai negeri sipil. Kejari Kota Depok meminta warga maupun pelaku usaha untuk tidak melanggar PPKM Darurat yang dilaksanakan di Kota Depok.

"Kami yang mengingatkan yang dibolehkan pada PPKM Darurat yaitu sektor esensial dan kritikal," ucap Herlangga.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurrdiany mengatakan, pelaksanaan sidang Tipiring kepada pelanggar PPKM Darurat merupakan upaya untuk mendisiplinkan masyarakat terkait ketentuan PPKM Darurat. Beberapa pedagang yang dijatuhi hukuman tipiring karena membuka toko di luar ketentuan PPKM, seperti toko pakaian, mainan, furniture, hingga elektronik.

"Total denda yang terkumpul sekitar Rp 7.700.000 dan uang tersebut akan dimasukan ke kas daerah," tutup Lienda.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel