Pelantikan Bupati Grobogan dan Doa untuk Kru KRI Nanggala 402 yang Gugur

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Grobogan - Momen pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Grobogan, yang dihadiri ratusan tamu baik luring maupun daring kembali digunakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk mendoakan kru KRI Nanggala 402 yang gugur.

Saat akan membacakan sambutan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Grobogan, Sri Sumarni-dr Bambang Pujiyanto di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (26/4/2021), Ganjar mengajak undangan menundukan kepala dalam doa sejenak.

Doa khusus dipanjatkan untuk awak KRI Nanggala-402 yang telah dinyatakan gugur. Dari 53 awak kapal selam itu, beberapa di antaranya berasal dari Jawa Tengah.

"Bapak ibu, sebelum saya menyampaikan sambutan, marilah kita bersama berdoa. Mari kita menundukkan kepala sejenak untuk menghormati awak kapal KRI Nanggala yang telah gugur saat menjalankan tugasnya sebagai pengawal laut NKRI," ucap Ganjar.

Beberapa prajurit yang telah gugur itu lanjut Ganjar ada yang berasal dari Jawa Tengah. Bahkan salah satu awak KRI Nanggala yakni Kopda Maryono berasal dari Grobogan.

"Mari kita berdoa menurut agama dan keyakinan kita masing-masing. Berdoa dimulai," ucap dia.

Personel KRI Nanggala 402 Asal Jateng

Kondisi rumah ibu Kopda Maryono masih sepi paska keluarga ke Surabaya menunggu info pencarian KRI Nanggala 402. (Foto: Liputan6.com/Felek Wahyu)
Kondisi rumah ibu Kopda Maryono masih sepi paska keluarga ke Surabaya menunggu info pencarian KRI Nanggala 402. (Foto: Liputan6.com/Felek Wahyu)

Ditemui usai pelantikan, Ganjar mengatakan bahwa dirinya mengikuti perkembangan tenggelamnya KRI Nanggala. Hampir setiap hari, ia mencari informasi terkait kabar terbaru.

"Dan ketika Panglima TNI kemarin menyatakan itu (tenggelam dan prajurit gugur), saya cek datanya ternyata sebagian prajuritnya dari Jateng, ada juga yang dari Grobogan. Maka kita merasa berduka, mereka putra terbaik bangsa yang menjaga wilayah air NKRI dengan segala kegigihan dan perjuangannya. Tentu kita merasa kehilangan dan saya ajak semuanya mendoakan mereka jadi pahlawan bangsa dan husnul khatimah," katanya.

Ganjar mengatakan belum menerima data secara resmi ada berapa prajurit KRI Nanggala yang berasal dari Jawa Tengah. Hanya ia mengikuti dari media, beberapa berasal dari Jateng seperti Kebumen, Grobogan, Pemalang dan lainnya.

"Saya sedang minta staf saya carikan detilnya sampai alamatnya. Kalau tidak salah ada enam atau tujuh gitu," ucap

Sekadar diketahui, kapal selam KRI Nanggala dinyatakan hilang kontak di perairan Bali pada Rabu (21/4). Setelah beberapa hari dilakukan pencarian, kapal tersebut baru ditemukan pada Minggu (25/4) dalam kondisi yang terbelah menjadi tiga bagian. 53 awak kapal dinyatakan telah gugur akibat kejadian itu.

Di antara 53 awak KRI Nanggala, beberapa prajurit berasal dari Jawa Tengah. Selain Kopda Maryono yang berasal dari Grobogan, ada pula Mayor Laut Eko Firmanto asal Tegal, Serda Bah Bambang Priyanto asal Sragen, Serda Kom Eko Prasetyo asal Kebumen dan Letda Laut Rintoni asal Pemalang.

Penemuan KRI Nanggala 402

Yesika dan Amin Wahyudi keponakan Kopda Maryono, memegang foto sambil berharap mujizat penemuan dan selamatnya KRI Nanggala 402. (Foto: Liputan6.com/Felek Wahyu)
Yesika dan Amin Wahyudi keponakan Kopda Maryono, memegang foto sambil berharap mujizat penemuan dan selamatnya KRI Nanggala 402. (Foto: Liputan6.com/Felek Wahyu)

Informasi terbaru KRI Nanggala 402 telah ditemukan di kedalaman laut oleh Remotely Operated Vehicle (ROV) yang dimiliki oleh Singapura.

Total 53 awak kapal pun dinyatakan gugur. Dua korban di antaranya berasal dari Kabupaten Grobogan.

Identitas kedua korban yakni Serda Lis Wahyu Adiyas putra Desa Kalisari, Kecamatan Kradenan dan dan Kopda TRB Maryono, Rejosari, Kecamatan Kradenan.

Ditemui usai dilantik, Bupati Grobogan, Sri Sumarni didampingi Wakil Bupati dr Bambang Pujiyanto menyampaikan bela sungkawa atas

Menurut Sri Sumarni, pihaknya telah menugaskan Camat Kradenan untuk melakukan pemantuan kondisi keluarga korban hingga KRI Nanggala 402 ditemukan.

"Saya telah minta camat ke rumah duka untuk terus memantau kondisi. Kita juga masih menunggu apakah jika ditemukan jenazah kita akan bantu fasilitasi proses pemakaman," tambahnya.

Simak Video Pilihan Berikut Ini: