Pelantikan Gubernur Aceh Terancam Tertunda

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Meski Badan Musyawarah (Bamus) DPRA telah menyepakati pelantikan gubernur dan wakil gubernur Aceh terpilih, dr Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf pada 4 Juni 2012, namun kesepakatan yang sempat dinyatakan sudah final itu dimentahkan oleh pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Mendagri baru ada waktu pada 25 Juni 2012,” kata Ketua DPRA, Drs H Hasbi Abdullah kepada Serambi (Tribun Network).

Menurut Hasbi Abdullah, hingga Jumat 25 Mei 2012, jadwal pelantikan gubernur/wakil gubernur Aceh terpilih sebagaimana keputusan Bamus DPRA masih tetap dan belum berubah. Bahkan, kelengkapan persyaratan untuk pelantikan sudah dikirimkan oleh Bamus DPRA ke Mendagri.

“Tiba-tiba kita menerima kabar bahwa Mendagri tak bisa ke Aceh pada 4 Juni 2012 karena pada saat yang sama Mendagri sudah mengagendakan acara penting lainnya. Sedangkan pelantikan gubernur/wakil gubernur Aceh terpilih dijadwal ulang menjadi 25 Juni 2012,” ujar Ketua DPRA.

Hasbi Abdullah menceritakan kembali ihwal penetapan jadwal 4 Juni 2012 berdasarkan pembicaraan antara dirinya dengan Dirjen Otda Kemendagri, Prof Dr Djuhermansyah Djohar di Jakarta, dua pekan lalu.

"Waktu itu Dirjen Otda mengatakan kepada saya bahwa pada awal Juni jadwal rapat Mendagri sedikit kosong. Berdasarkan itu, sata memerintahkan Wakil Ketua II DPRA untuk menggelar rapat Bamus Dewan pada hari Selasa 22 Mei 2012,” kata Hasbi Abdullah.

Namun, setelah pihak Kemendagri menerima surat hasil rapat Bamus DPRA yang menetapkan 4 Juni 2012 sebagai jadwal pelaksanaan pelantikan gubernur dan wakil gubernur Aceh terpilih, pihak staf Kemendagri melaporkan secara lisan kepada Ketua DPRA bahwa Mendagri belum bisa datang ke Aceh dan baru ada waktu pada 25 Juni 2012.

Untuk kepastiannya, kata Hasbi Abdullah dan Wakil Ketua II, Drs Sulaiman Abda, pihaknya akan bertemu Mendagri pekan depan yang antara lain akan membicarakan persiapan pelantikan gubernur dan wakil gubernur Aceh terpilih yang sudah dijadwal ulang tersebut. (her)

Baca juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.