Pelapor Khusus PBB: Serangan Israel di Jalur Gaza Ilegal

Merdeka.com - Merdeka.com - Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di wilayah Palestina, Francesca Albanez, menyatakan serangan udara Israel di Jalur Gaza "tidak hanya ilegal tapi tidak bertanggung jawab". Albanez meminta solusi diplomatik untuk mengakhiri kekerasan terbaru Israel, yang dimulai pada Jumat malam.

"Situasi di Gaza berada di tepi jurang krisis kemanusiaan," ujarnya kepada Al Jazeera.

"Satu-satunya cara untuk melindungi keselamatan orang Palestina di manapun mereka berada adalah dengan mencabut pengepungan dan mengizinkan masuknya bantuan."

Israel berdalih serangannya ke Gaza sebagai tindakan membela diri karena kelompok Jihad Islam disebut telah merencanakan serangan ke Israel selatan.

Albanez juga mengecam Amerika Serikat (AS) yang menyatakan Israel punya hak untuk membela diri.

"Israel tidak bisa mengklaim itu tindakan membela diri sendiri dalam konflik ini," kata Albanez.

"AS sangat percaya Israel memiliki hak untuk melindungi diri sendiri. Kami terlibat dengan sejumlah pihak dan mendesak semua pihak tenang," kata Duta Besar AS untuk Israel, Tom Nides di Twitter.

Sedikitnya 31 warga Palestina tewas di Gaza dan 260 lainnya terluka sejak Jumat. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan di Israel karena sistem pertahanan Iron Dome mereka bisa mencegat 97 persen roket yang diluncurkan dari Gaza, menurut militer Israel.

"Perlindungan adalah sesuatu yang saya minta di Palestina, dan bukan hanya saya sendiri. Ini penting untuk melindungi nyawa warga sipil," kata Albanez.

"(Israel) tidak bisa membela dirinya dari warga sipil sejak 1967."

Pelapor khusus merupakan ahli independen yang bertanggung jawab memantau pelanggaran HAM di wilayah Palestina yang diduduki dan mengajukannya ke PBB. Albanez meminta PBB memastikan apakah ada pelanggaran hukum internasional di Gaza dan memastikan pertanggungjawaban.

"Saya yakin kurangnya pertanggungjawaban memperkuat Israel," ujarnya.

"Saya menilai mengakhiri pendudukan sebagai solusinya." [pan]