Pelat Alphard yang Caci Maki Polantas di Jalan Bukan Resmi Keluaran Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengemudi Alphard viral usai marah dan memaki polisi lalu lintas (Polantas). Mobil itu coba menerobos sistem one way atau jalur satu arah yang berlaku di Puncak.

Belakangan diketahui, pelat mobil yang digunakan tidak wajar. Pada potongan video, tampak pelat nomor polisi yang terpasang pada mobil Alphard hitam itu bertuliskan F 77 1TOH. Di mana angka 1 yang seharusnya ditempatkan dekat dengan angka menjadi F 771 TOH, namun bergeser dan mendekat ke huruf kode daerah.

Korlantas Polri menanggapi temuan itu. Nopol mobil Alphard tersebut tidak sesuai standar diterbitkan polisi.

"Kalau saya bilang palsu, itu kalau pelat nomor tidak dibuat dari pelat (bentuk besi). Jadi itu bukan asli dari pihak polisi yang ngeluarin," kata Dirregident Korlantas Polri, Brigjen Yusri Yunus saat dihubungi, Minggu (8/5).

Yusri memastikan jika pelat nomor dengan bentuk yang tidak wajar itu bukan dikeluarkan oleh pihaknya. Dia menduga jika pelat nomor tersebut hasil pesanan secara pribadi secara ilegal.

"Kalau itu mungkin di pinggir jalan (buat pelatnya), dia bikin dia bisa ditilang itu. Itu bukan buatan Samsat itu," ujarnya.

Karena, lanjur Yusri, jika keluaran secara resmi dari pihak kepolisian telah diatur semuanya sebagaimana Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkapolri) Nomor 7 Tahun 2021.

Jika yang melanggar bisa dikenakan sanksi tilang Pelanggar diancam dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

"Itu bukan spek yang diperuntukannya, karena sudah diatur dalam peraturan polisi itu sudah ada, jarak, hurufnya sudah diatur semuanya" ucapnya.

Kendati demikian, Yusri menjelaskan terkait nomor polisi yang tertulis dalam pelat kendaraan tersebut adalah benar dan terdaftar F 771 TOH.

"Jadi dia bikin sendiri, modifikasi, kalau angkanya asli 771 TOH, asli angkanya. Tetapi tidak sesuai dengan speknya, jadi bukan keluaran kita ya," jelasnya.

Sudah Minta Maaf

Sebelumnya, Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan mengatakan, kejadian tersebut di jalan simpang tiga Panyusuhan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (6/5) tadi pagi.

"Sudah ya (sudah damai)," singkat Aan saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (6/5).

Aan turut mengirimkan video ucapan permintaan maaf pria yang marah-marah, bersamaan di belakangnya turut terparkir mobil Alphard hitam yang ditumpangi pria tersebut.

"Kami mohon maaf karena tadi ada sedikit miss komunikasi pengalihan jalur. Terus tadi sedikit ada ketegangan, kami mohon maaf, kita sudah selesaikan dengan baik," ujar pria tersebut dalam video berdurasi 18 detik.

Umpatan yang dilayangkan pria mobil Alphard hitam diunggah oleh akun @UmarHasibuan_75. Pria tersebut tampak membuka kaca mobilnya sambil mencaci maki polisi.

"Hei, Polisi, suruh ke sana, kita ngantri, suruh ke sana dulu," ucap pria yang terlihat di kursi bagian tengah Alphard hitam. [lia]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel