Pelatih Arema Evaluasi Sesi Latihan Sepanjang Ramadhan, Hasilnya Memuaskan

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Malang - Arema FC sudah mengakhiri latihan di bulan Ramdan, Jumat (30/4/2021). Singo Edan menutup latihan tersebut dengan uji coba melawan tim lokal Malang Selection di Lapangan Wonoayu, Kabupaten Malang.

Ahmad Alfarizi dan kawan-kawan menang telak tujuh gol tanpa balas. Kualitas lawan masih di bawah Arema, meskipun Malang Selection diperkuat beberapa mantan pemain Liga 1 seperti Edy Gunawan, dan Ardi Yuniar.

Pelatih sementara Arema, Kuncoro, mengaku puas dengan hasil itu. “Artinya, ada progres bagus dari latihan selama Ramadan. Padahal kemarin uji coba main sore dan pemain masih puasa. Kalau main malam pasti akan lebih maksimal,” katanya.

Yang membuat Kuncoro puas, secara organisasi permainan, anak buahnya sudah oke. Dia menilai penampilan mereka jauh membaik ketimbang di Piala Menpora.

Setelah ini, Arema bakal libur latihan hampir tiga pekan. Rencananya, pemain kembali berlatih di Malang pada 21 Mei. Pelatih nantinya harus mengembalikan fisik dan organisasi permainan yang sudah terbentuk ini.

“Setelah libur pasti ada yang harus dibenahi lagi. Seperti dulu ada libur sepekan awal puasa. Waktu latihan harus membentuk kembali organisasi permainan sekaligus fisiknya. Nanti setelah Lebaran juga pasti sama,” jelasnya.

Program Latihan Efisien

Arema FC - Ilustrasi Logo (Bola.com/Adreanus Titus)
Arema FC - Ilustrasi Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Jika melihat program latihan Arema selama Ramadan, sebenarnya pemain tidak dapat durasi latihan yang banyak. Tim pelatih membuat program latihan Senin-Jumat. Jam latihan juga 30 menit lebih pendek.

“Selama Ramadan memang kami buat latihan lima hari, karena mayoritas pemain sedang puasa. Tapi programnya dibuat efisien. Jadi apa yang kami sampaikan bisa diperlihatkan dalam uji coba,” sambungnya.

Sebenarnya, Arema tak hanya menjalani latihan di hari terakhir. Sehari sebelumnya, Kamis (29/4/2021), juga ada pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

“Kalau kami buat hanya latihan biasa pemain bisa jenuh. Karena itu ada sesi internal game dan latihan bersama. Waktu internal game anak-anak juga main semangat. Mereka sama-sama tidak mau kalah, karena komposisi pemainnya dicampur antara yang sering inti dengan cadangan. Jadi, sama-sama berimbang materinya,” pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini