Pelatih atletik Sumut Zulham Effendi meninggal dunia

Rolex Malaha
·Bacaan 1 menit

Pelatih atletik Sumatera Utara yang telah banyak melahirkan atlet berprestasi, Zulham Effendi, meninggal dunia di rumah sakit Sufina Aziz, Medan, Rabu .

Kepergian sang pelatih yang kesehariannya dikenal rendah hati ini, terkesan mengejutkan, baik bagi keluarga maupun kerabat dan orang-orang yang dekat dengannya.

Seperti dijelaskan Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Medan, Suryadi SE MM usai melayat di rumah duka Jalan Madio Santoso no 74 A Medan, ia sama sekali tidak menyangka Zulham Effendi pergi secepat ini.

“Saya sangat kaget, karenanya sebaik mendapat kabar atas kepergian beliau, saya langsung datang ke rumah duka," katanya.

Zulham Effendi, kelahiran 11 Desember 1983. Ia meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Semasa menjadi atlet, Zulham Effendi telah mengharumkan nama Sumatera Utara pada even berskala regional maupun nasional.

Di antaranya meraih medali perunggu nomor lontar martil pada PON 2008 di Kalimantan Timur dan PON 2012 di Riau. Kariernya di bidang pelatih, Zulham Effendi mengantarkan salah satu atletnya, Pramoedya Sufallah meraih tiket PON di Papua.

Sementara itu Sekum Pengprov PASI Sumut Suhardjo MPd mengatakan Zulham Effendi menurut rencana akan dimakamkan Kamis (22/10) usai Sholat Dzuhur di pemakaman umum dekat rumahnya.

Suhardjo juga menegaskan, kepergian Zulham Effendi bukan hanya duka bagi atletik Kota Medan, tapi juga Sumut Hal ini karena ia sudah banyak melahirkan prestasi saat menjadi atlet, dan ketika menjadi pelatih berhasil mengantarkan atletnya berprestasi seperti Pramoedya Sufallah yang memastikan diri lolos PON Papua.

Suhardjo membenarkan, Zulham Effendi merupakan pelatih muda berbakat dan punya karisma di mata anak didiknya.

“Zulham Effendi termasuk pelatih yang rajin memperkaya ilmu kepelatihannya dan memiliki karisma di mata para atletnya. Setiap atlet yang ditangannya, selalu memiliki kemauan luar biasa untuk berlatih karena sugesti dia,” ujar Suharjo.