Pelatih Baru Liverpool Siap Kembalikan Kejayaan

Liverpool (AFP/ANTARA) - Brendan Rodgers mengatakan bahwa ia bertekad mendatangkan hari-hari kejayaan kembali ke Liverpool, setelah ia ditunjuk menjadi pelatih baru dari bekas pemilik gelar juara Liga Inggris terbanyak itu pada Jumat.

Sudah lebih dari 20 tahun sejak Liverpool terakhir kali dimahkotai tropi juara Inggris, klub Merseyside ini juga jarang terlibat persaingan sengit di puncak klasemen liga selama dua dekade ini.

Yang memperburuk keadaan, musuh bebuyutan mereka, Manchester United telah menjadi kekuatan yang dominan di sepak bola Inggris, sedangkan Liverpool juga telah dilampaui klub kaya raya, Chelsea - yang menjadi juara Liga Champions, dan juara Liga Inggris, Manchester City.

Namun mantan pelatih Swansea, Rodgers, mengatakan masa lalu gemilang Liverpool, termasuk lima mahkota Eropa, merupakan inspirasi dan bukan beban.

"Itu merupakan daya tarik, sejarah klub ini," kata Rodgers pada konferensi pers, Jumat.

"Demikian juga dengan rasa frustasi. Sudah 20 tahun berlalu sejak mereka memenangi gelar (Liga Inggris). Kami mungkin tidak siap untuk gelar itu, namun proses dimulai pada hari ini. Ini adalah roda baru, dan ini adalah sesuatu yang akan kami kerjakan menuju beberapa tahun ke depan."


Pria Irlandia Utara berusia 39 tahun ini menggantikan legenda Anfield, Kenny Dalglish, yang dipecat pada bulan lalu, setelah masa jabatan keduanya berakhir dengan Liverpool menyudahi musim dengan tertinggal 37 poin dari Manchester City.

"Saya diberkahi untuk mendapat kesempatan ini," kata Rodgers, yang menghabiskan dua musim di Swansea, dan membawa klub Wales ini ke Liga Utama Inggris dan pada musim lalu mengamankan posisi di peringkat ke-11 di musim pertama Swansea sebagai tim promosi.

Pemilik klub yang berasal dari Amerika Serikat, Fenway Sports Group (FSG), memberi Dalglish dana sebesar lebih dari 100 juta pounds untuk dibelanjakan di bursa transfer sejak ia mengambil alih jabatan pelatih dari Roy Hodgson, yang kini melatih Timnas Inggris, pada 2011.


Namun pembelian beberapa pemain mahal seperti Andy Carroll, Stewart Downing, Jordan Henderson, dan Charlie Adam, gagal berbuah maksimal, dengan Liverpool menyelesaikan musim dengan menduduki peringkat kedelapan - finish terburuk sepanjang hampir dua dekade, meski mereka menjuarai Piala Liga, dan takluk di final Piala FA.


"Saya ingin berterima kasih pada John Henry (pemilik Liverpool), Tom Werner (ketua), dan FSG, atas kesempatan untuk menangani klub besar ini," kata Rodgers, yang membawa Swansea meraih empat poin dari Liverpool pada musim lalu, termasuk kemenangan kandang 1-0 pada pertandingan penutup musim.

"Saya benar-benar senang dan saya tidak dapat menunggu untuk memulai proyek menakjubkan ini bergulir. Saya berjanji untuk mendedikasikan hidupku untuk bertarung demi klub ini dan mempertahankan prinsip-prinsip hebat dari klub sepak bola Liverpool, di dalam dan di luar lapangan."


Rodgers memenangi kompetisi untuk mengisi posisi tersebut atas pelatih Wigan Athletic, Roberto Martinez, dan awalnya sempat menolak tawaran Liverpool ketika ia khawatir dirinya dimasukkan dalam `parade` kandidat tanpa berada di posisi terdepan.


Bagaimanapun, Rodgers berkata, "Sekali saya mengetahui bahwa saya merupakan target nomor satu dari orang-orang penting di Liverpool, itu merupakan keputusan yang mudah."


Rodgers memulai karir kepelatihan sebagai pelatih tim cadangan Chelsea di bawah arahan Jose Mourinho, dan sebelumnya ia pernah melatih Watford, Reading, dan Swansea.


Ia menegaskan bahwa dirinya siap untuk menjadi pelatih di klub besar.

"Jalanku sebagai pelatih muda berbeda dengan kebanyakan pelatih," ucapnya.

"Sesungguhnya saya telah melatih dan bekerja di sepak bola selama 20 tahun. Di Chelsea saya memiliki pengalaman bekerja dengan pemain-pemain besar."


"Saya melihat ke Kenny Dalglish, ia menjadi pelatih (Liverpool pada 1985) saat berusia 34 tahun dan mengundurkan diri pada usia 39 tahun. Saya tiba di sini saat berusia 39 tahun."


Henry berkata, "Filosofi sepak bola komprehensif Brenda sempurna dan selaras dengan yang ada di klub dan mereka segera bergabung dengan klub. Ia adalah pilihan pertama dengan suara bulat di antara mereka, dan ia tidak ragu-ragu sama sekali dalam menganut apa yang ingin kami bangun di Liverpool."


Klub Merseyside ini terakhir kali memenangi gelar Liga Inggris ke-18 mereka pada 1990, dan Henry menambahkan, "Kami tidak berharap terjadi keajaiban dalam semalam maupun hal-hal lain."


"Namun kami sangat yakin bahwa arah klub ini akan memimpin kejuaraan Liga Utama."


Direktur pelaksana Liverpool, Ian Ayre, mengatakan bahwa Rodgers, yang menolak posisi direktur sepak bola di Anfield, akan mendapatkan berbagai hal yang diperlukan untuk kembali membangun kejayaan Si Merah.

"Kami tidak berharap saat ini dapat memiliki direktur sepak bola sendiri, namun sekelompok orang bekerja dengan Brendan untuk mengantarkan sisi sepak bola pada hal itu." (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.