Pelatih Biliar Choki Aritonang Laporkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ke Polisi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Medan Khoiruddin Aritonang alias Choki melaporkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, ke polisi. Didampingi tim kuasa hukum, pelatih biliar itu melaporkan Edy ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut.

Laporan Choki terhadap orang nomor satu di Sumut tertuang dalam surat nomor polisi STTLP/03/1/2022/SPKT/Polda Sumut. Edy Rahmayadi dilaporkan melakukan tindak pidana Pasal 310 Jo Pasal 315 KUHP.

"Kami ucapakan terima kasih kepada Polda Sumut, yang sudah menerima kami dengan baik," ucap Kuasa Hukum Choki, Gumilar Aditya Nugroho, di Mapolda Sumut, Senin (3/1/2022).

Diharapkan Gumilar, pihak kepolisian dapat menindaklanjuti laporan mereka dalam waktu dekat, sehingga ada keadilan hukum yang diterima Choki.

"Kami juga sudah melakukan pelaporan atas tindak pidana yang dilakukan oleh seorang kepala daerah, yaitu Gubernur Sumut, atas dugaan Pasal 310 Jo 315 KUHPidana," ujarnya.

Kuasa Hukum Choki lainnya, Muhammad Teguh Syuhada Lubis menjelaskan, laporan yang mereka sampaikan ke Polda Sumut karena surat somasi yang sempat dilayangkan ke Edy Rahmayadi tidak direspons. Somasi dilayangkan untuk meminta maaf kepada Choki.

"Sampai dengan detik ini belum kami terima, atau belum kami dapatkan. Maka dari itu tindak-lanjut hari ini kami membuat pelaporan," ucapnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Viral Video Jewer Kuping

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, sempat memanggil Khoiruddin Aritonang atau akrab disapa Choki untuk naik ke atas panggung (tangkapan layar)
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, sempat memanggil Khoiruddin Aritonang atau akrab disapa Choki untuk naik ke atas panggung (tangkapan layar)

Video Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, menjewer kuping pelatih biliar, Choki Aritonang, viral di media sosial (medsos). Peristiwa itu terjadi saat penyerahan tali asih atau bonus kepada pelatih dan atlet di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Kota Medan, Senin, 27 Desember 2021.

Saat bicara di depan atlet dan pelatih, Edy tiba-tiba memanggil seseorang naik ke atas panggung. "Kamu dari mana?" tanya Edy, yang dijawab oleh Khoiruddin, "Pelatih biliar."

"Kamu kenapa tidak tepuk tangan," tanya Edy lagi. Namun pertanyaan orang nomor satu di Sumut kali ini tidak dijawab Khoiruddin, yang akrab disapa Choki. Choki malah dapat jeweran di telinganya.

Usai kejadian itu, mantan Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tersebut juga secara tegas meminta Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut, Ismadi Lubis, untuk mencoret nama Choki dari pelatih biliar.

Tinggalkan Aula

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, saat berada di atas panggung (tangkapan layar)
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, saat berada di atas panggung (tangkapan layar)

Mendengar perintah tersebut, Choki Aritonang langsung beranjak pergi meninggalkan Aula Tengku Rizal Nurdin. "Kita tidak butuh orang seperti itu," tegas Edy Rahmayadi.

Setelah itu, Edy Rahmayadi mengaku rasa cintanya begitu besar untuk Provinsi Sumut. Sehingga akan melakukan yang terbaik agar prestasi atlet kembali jaya, terlebih Sumut akan menjadi tuan rumah PON pada 2024.

"Kalau sudah jaya, ambil Sumut ini. Kadispora mana? Jangan pelangak-pelongok. Kadispora pahlawan di sini," tegasnya lagi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel