Pelatih Greysia / Apriyani, Eng Hian, Dapat Bonus Olimpiade Tokyo Ratusan Juta Rupiah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Greysia Polii / Apriyani Rahayu, Eng Hian dan Chafidz Yusuf, mendapat bonus ratusan juta rupiah dari Djarum Foundation. Ini sebagai bentuk apresiasi atas sukses mereka mengantarkan anak asuhnya meraih medali emas cabang bulu tangkis ganda putri Olimpiade Tokyo 2020.

Greysia / Apriyani meraih podium tertinggi Olimpiade Tokyo usai mengalahkan pasangan China Chen Qing Chen / Jia Yi Fan pada laga final, 2 Agustus lalu. Ganda putri badminton Indonesia itu menang 21-19 dan 21-15.

Eng Hian merupakan kepala pelatih ganda putri Pelatnas Utama PBSI, smeentara Chafidz Yusuf ialah asistennya. Keduanya merupakan alumni PB DJarum.

Eng Hian mendapat bonus voucher Blibli senilai Rp 150 juta dan Rp 100 juta untuk Chafidz. Selain itu, mereka juga menerima bonus masing-masing TV LED Polytron senilai Rp 20 juta. Total, penghargaan yang diberikan kepada kedua pelatih mencapai Rp 290 Juta.

"Meraih gelar di ajang sebesar Olimpiade memang bukan hal mudah. Ini adalah tugas sekaligus tantangan bagi para pelatih agar semakin gigih dan ulet dalam memoles para atlet Indonesia," kata Eng Hian dalam seremoni pemberian penghargaan yang dihelat secara daring pada Kamis (19/8/2021).

"Apresiasi dari Djarum Foundation ini adalah lecutan bagi kami agar semakin baik mempersiapkan bibit unggul di dunia bulu tangkis. Saya juga banyak belajar dari para pelatih semasa menjadi atlet di PB Djarum, mereka selalu menanamkan mentalitas dan daya juang yang tinggi dalam setiap penampilan," ucap peraih medali perunggu Olimpiade Athena 2004 bersama Flandy Limpele di nomor ganda putra.

Komentar Chafidz Yusuf

Chafidz Yusuf, asiste pelatih ganda putri Pelatnas Utama PBSI, mendapat bonus Olimpiade Tokyo 2020 dari Djarum Foundation di Jakarta, Kamis (19/8/2021). (foto: PB DJarum)
Chafidz Yusuf, asiste pelatih ganda putri Pelatnas Utama PBSI, mendapat bonus Olimpiade Tokyo 2020 dari Djarum Foundation di Jakarta, Kamis (19/8/2021). (foto: PB DJarum)

Chafidz Yusuf mengatakan peran pelatih tak hanya meracik strategi permainan anak asuhnya. Lebih dari itu, pelatih juga harus membantu menjaga mental atlet saat bertanding.

Mental yang kuat akan membentuk tekad kuat dalam menghadapi situasi sulit di lapangan. Mentalitas Greysia dan Apriani inilah kemudian membawa mereka meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

"Tentu saja ada rasa syukur dan bangga tidak terkira bahwa anak asuh saya berhasil meraih prestasi di ajang Olimpiade. Impian terbesar saya sebagai pelatih tentu adalah membantu mereka dalam meraih medali yang mampu mengharumkan nama bangsa di pentas dunia," ucapnya.

" Saya berterima kasih atas apresiasi yang diberikan PB Djarum dan merasa bersyukur masih terus menjadi bagian dari keluarga besar PB Djarum hingga kini."

Wujud syukur

Pelatih Greysia Polii / Apriyani Rahayu, Eng Hian dan Chafidz Yusuf, menerima bonus Olimpiade Tokyo 2020 dari Djarum Foundation di Jakarta, Kamis (19/8/2021). (Foto: PB Djarum)
Pelatih Greysia Polii / Apriyani Rahayu, Eng Hian dan Chafidz Yusuf, menerima bonus Olimpiade Tokyo 2020 dari Djarum Foundation di Jakarta, Kamis (19/8/2021). (Foto: PB Djarum)

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan kiprah PB Djarum tidak terbatas pada atlet-atletnya saja, namun juga para alumninya yang kemudian berkarir sebagai pelatih

"Keberhasilan sektor ganda putri Indonesia meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 tentu tidak lepas dari peran Eng Hian dan Chafidz Yusuf sebagai pelatih," kata Yoppy Rosimin yang juga menjabat Ketua PB Djarum.

"Pemberian penghargaan bagi keduanya ini adalah wujud syukur dan komitmen PB Djarum terhadap para pemain maupun alumninya yang menjadi pelatih dan mengantarkan bulu tangkis Indonesia meraih kejayaan tingkat dunia," pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel