Pelatih Inter Milan Abaikan Permainan Cantik Demi Kejar Trofi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Inter Milan berhasil mengalahkan Sassuolo pada pekan ke-29 Serie A. Lukaku dan kawan-kawan menang dengan skor 2-1 di Giuseppe Meazza, Milan, Kamis (8/4/2021) dini hari WIB.

Hasil itu membuat Inter melanjutkan laju positif dengan meraih 10 kemenangan beruntun di liga. Dan juga makin kokoh di puncak klasemen Liga Italia, unggul 11 poin dari pesaing terdekatnya AC Milan.

Usai laga, Pelatih Inter Milan, Antonio Conte angkat bicara mengenai gaya main pasukannya. Conte menegaskan tim asuhannya memang berniat bermain pragmatis kala mengkandaskan Sassuolo.

Menurutnya bermain indah memang bagus, tapi meraih scudetto jauh lebih penting.

Di laga itu, sama seperti pertandingan pertandingan sebelumnya, Inter sekali lagi benar-benar bermain efisien dan hanya mengandalkan serangan balik cepat. Tim Biru Hitam hanya memiliki 30 persen penguasaan bola meskipun bermain di kandangnya sendiri. Kendati begitu, melalui skema counter attack ini Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez mampu mencetak gol untuk kemenangan timnya.

"Kami perlu mengambil langkah lain jika kami ingin memiliki musim sebagai protagonis nyata dan tantangan untuk Scudetto,” kata Conte kepada Sky Sport Italia seperti dilansir Football Italia.

"Saya mengucapkan selamat kepada Sassuolo, karena mereka datang ke sini untuk memainkan permainan mereka dan penampilan ini menunjukkan betapa kami telah berkembang. Dengan sikap seperti ini, kami akan tetap berada di Liga Champions," ujar Conte menambahkan.

“Sassuolo menjadikan penguasaan bola sebagai kekuatan utama mereka, jadi kami memilih menutup celah di tengah lebih dari apa pun. Kami tahu bahwa kami harus menyerahkan penguasaan bola."

Mementingkan Hasil

Antonio Conte – Conte berhasil membawa Nerazzurri bertengger di puncak klasemen dan berpeluang menjuarai Serie A musim ini. Namun sebelum melatih Inter Milan, Conte telah lebih dulu sukses di Juventus dengan menyabet 3 Scudetto secara beruntun.  (AP/Luca Bruno)
Antonio Conte – Conte berhasil membawa Nerazzurri bertengger di puncak klasemen dan berpeluang menjuarai Serie A musim ini. Namun sebelum melatih Inter Milan, Conte telah lebih dulu sukses di Juventus dengan menyabet 3 Scudetto secara beruntun. (AP/Luca Bruno)

Eks pelatih timnas Italia itu menambahkan, bahwa kini dirinya lebih mementingkan hasil pertandingan dibandingkan bermain cantik namun tak memberi poin berarti. "Estetika baik-baik saja, tapi Scudetto terlalu penting. Kami memainkan sepakbola yang indah di Liga Champions dan semua orang mengatakan bahwa kami tersingkir, jadi kami harus fokus pada hasil sekarang," ungkap Conte.

"Kami mencoba untuk menekan tinggi, tanpa terlalu banyak mengambil risiko, jadi kami dapat memanfaatkan pemain seperti Lukaku, Lautaro dan Hakimi yang dapat melukai tim lawan saat berlari ke luar garis pertahanan." tambahnya.

Peran Lukaku dan Eriksen

Di sisi lain, Conte juga mengomentari dampak yang diberikan Lukaku dan Christian Eriksen. Mereka memberikan segalanya untuk kinerja tim. Dirinya mengaku puas dengan kedua pemainnya tersebut.

“Anda dapat melihat pekerjaan yang telah dilakukan Romelu dan saya tidak lupa ketika orang-orang mengatakan bahwa dia dinilai terlalu tinggi," kata Conte. "Saya langsung mengatakan bahwa dengan potensinya, dia bisa melakukan hal-hal luar biasa di sini," bebernya.

Penulis: Akbar Bintang Fahrizal

Saksikan juga video menarik di bawah ini